13 Ribu Buruh di Kawasan Industri Bekasi Ikut Tes Swab Massal

0
8

RubrikIndonesia – Divisi Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jawa Barat dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melakukan tracing dan tes swab massal kepada para pekerja di Kawasan Industri Kabupaten Bekasi, Kamis 3 Desember 2020.

Ini dilakukan guna memutus mata rantai penularan virus corona pada klaster pabrik. Tes swab ini melibatkan 72 perusahaan dan 13.000 karyawan.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Jabar, Daud Achmad, mengatakan, swab test di kawasan industri merupakan kolaborasi sejumlah pihak. BNPB menyediakan perlengkapan swab test. Sementara itu, tenaga medis berasal dari Satgas Penanganan COVID-19 Jabar dan Kabupaten Bekasi. 

“Ini logistiknya, alat tesnya kita dapat dari BNPB melalui pengadaan 12.000 alat tes. Tenaga kesehatannya ini dari Satgas Kabupaten bekerja sama dengan Satgas Provinsi,” kata Daud.

Baca juga: Soal Cuitan Ferdinand, Refly: Anak Kecil pun Tahu

Menurut Daud, TNI/Polri pun turut terlibat dalam pengetesan tersebut. Mereka bertugas mengamankan jalannya pengetesan. Selain untuk memutus mata rantai penularan dan mencegah munculnya klaster industri, pengetesan bertujuan memastikan pekerja dalam keadaan sehat. 

“Di sini pihak TNI dan Polri bersama-sama ikut mengamankan ini dan ke depannya kita akan terus berkolaborasi untuk bisa melakukan testing-testing yang lebih banyak lagi,” ujarnya.

Setelah Kawasan Industri MM2100, Satgas Penanganan COVID-19 Jabar akan menggelar tes di kawasan industri lainnya.

“Nanti kita akan ke kawasan industri di Subang, minggu depan ada di Jababeka, mungkin kita ke kawasan-kawasan lain. Sementara ini kita (fokus) di industri, nanti juga akan ke segmen yang lainnya,” terangnya.

Wakil Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 Jabar Letkol Asep Sugiharto mengatakan, swab test kali ini digelar untuk menindaklanjuti adanya beberapa kerumunan yang melibatkan karyawan pabrik.

“Kegiatan tes swab di kawasan industri yang saat ini dilakukan sebenarnya langkah dari pemerintah setelah adanya kerumunan masa beberapa waktu yang lalu. Seperti demonstrasi dan kerumunan lainnya,” tuturnya.

Adapun sasaran swab test kali ini adalah karyawan yang ikut dalam demonstrasi dan karyawan yang keluarganya positif COVID-19. Dengan begitu, swab test akan tepat sasaran dan berdasarkan data yang valid.

Selain itu, kata Asep, pihaknya akan fokus melakukan pengetesan dan pelacakan kontak di klaster pondok pesantren, klaster rumah tangga, dan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

“Jadi ini ada enam klaster prioritas, salah satunya adalah karyawan di klaster industri. Kemudian ke depan juga pilkada sedang kita rapid test, kemudian ada pondok-pondok pesantren, klaster rumah tangga, dan klaster lainnya,” katanya. 

“Sasaran (tes swab massal) terpilih. Siapa saja yang prioritas kemarin ikut demo atau pada saat dia di rumah ada yang terpapar positif, jangan sampai dari rumah terbawa ke pabrik mengontaminasi seluruh pabrik. Jadi semuanya based on data,” tambahnya. 

Seperti diketahui, jumlah kasus COVID-19 saat ini masih tinggi. Untuk itu, cara yang paling efektif dilakukan untuk mencegah penularan yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan jauhi kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun.

#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here