Palembang, Rubrik Indonesia —

Tim SAR gabungan menemukan dua korban tewas dalam kecelakaan kapal cepat yang menabrak tongkang di Perairan Sungai Dawas, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (6/8).

Sementara, tim SAR mengevakuasi 10 penumpang kapal nelayan yang kapalnya dilaporkan terbakar pada Rabu (5/8) malam di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Petugas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Cabang Sungai Lilin Rahmad Sahid mengatakan dua identitas korban di Banyuasin yang ditemukan adalah, pertama, Nia Surnia Sari (22), warga Desa Suka Mulya, Kabupaten Musi Banyuasin.

Nia ditemukan tewas pada Kamis dini hari tersangkut di bawah tongkang. Diketahui, Nia merupakan seorang guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Tungkal Ilir dan tengah hamil.

Kedua, Riski Hadi Mustofa (7), warga Desa Pinang Banjar, Musi Banyuasin. Ia ditemukan tim SAR pada Kamis (6/8) siang. Jenazahnya hanyut hingga ke perairan Teluk Tenggulang Baru dekat Dermaga Sawit Hamita Utama Karsa, 7,6 kilometer dari lokasi kejadian.

“Arus sungai yang deras menyebabkan jenazah hanyut jauh dari lokasi kejadian. Tim SAR dibantu warga dan keluarga korban terus melakukan pencarian sejak kemarin sore hingga dini hari dan lanjut hari ini,” ungkap Rahmad.

Sementara, dua orang korban yang belum ditemukan yakni Cukup Triyono (40), yang merupakan suami dari Nia; serta Dafa (4).

Rahmad berujar satu korban yang sempat dinyatakan hilang, Ook yang merupakan pengemudi kapal cepat, selamat dari kecelakaan karena melompat sesaat sebelum kapal tersebut karam.




Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

“Pengemudinya sudah diamankan oleh masyarakat. Saat kejadian dia meloncat ke sungai. Dia tahu dia salah, jadi sempat mau kabur tapi diamankan masyarakat,”

“Dia merasa salah karena tidak menyediakan life jacket sama dayung. Padahal itu penting juga kondisi seperti ini,” ungkap Rahmad.

Saat ini pencarian masih terus dilakukan. Dirinya mengaku ada sejumlah kendala dalam pencarian, seperti derasnya arus sungai, tidak ada peralatan menyelam, dan banyaknya buaya di sekitar lokasi.

“Banyak buaya di sini jadi kami melakukan penyisiran di sekitar kapal dan tongkang saja,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, satu unit kapal cepat yang tengah melaju di perairan Sungai Penuguan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan karam setelah menabrak satu unit tongkang, Rabu (5/8). Dari 11 orang yang berada di dalam kapal cepat, enam orang selamat dan lima lainnya dinyatakan hilang.

Evakuasi di Wakatobi

Terpisah, tim SAR mengevakuasi 10 penumpang kapal nelayan yang dilaporkan terbakar pada Rabu (5/8) 19.30 Wita, di antara Karang Kapota dan Karang Kaledupa di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari Aris Sofingi mengatakan para penumpang kapal tersebut semuanya selamat.

Petugas SAR melakukan pencarian setelah menerima laporan pada Rabu (5/8) pukul 23.30 Wita dari keluarga korban.




Infografis Deretan Insiden Kecelakaan Kapal di Danau TobaFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

Tim SAR kemudian bergerak menuju ke lokasi kecelakaan. Setelah selama sekitar satu jam melakukan pencarian, Tim SAR menemukan seluruh penumpang kapal dalam keadaan selamat dan mengevakuasi mereka pada Kamis (6/8) pukul 02.00 Wita.

Sedangkan 10 orang nelayan laki-laki selamat adalah Lapondi (33), Lanui (53), Lamuru (42), Amir (52), Sa Ali (32), Arnol (34), Seni (32), Ladona (30), La Oge (34) dan Labula (37).

Kapal nelayan tersebut sebelumnya meninggalkan Pelabuhan Matina Wanci pada Rabu (5/8) pukul 15.00 Wita menuju tenggara Karang Kapota. Pukul 19.30 Wita, kebakaran terjadi di kapal nelayan sepanjang 12 meter itu ketika penumpangnya sedang menyelam untuk memanah ikan.

(idz/Antara/arh)

[Gambas:Video CNN]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here