Dewi Tanjung Rusak Demokrasi, Ini Alasannya

0
3

Rubrik Indonesia – Di tengah situasi pandemi yang tak kunjung usai oleh kebijakan yang amburadul, pemerintah yang menyepelekan diawal 2020 lalu mengakibatkan derita panjang terus dialami rakyat.

Namun situasi paceklik tersebut semakin menjadi tak terkendali oleh ulah buzzer yang senantiasa menebar fitnah untuk membungkam para pengkritik.

Beberapa hari lalu, setelah lama bungkam, Dewi Tanjung, politisi PDI Perjuangan itu kembali muncul dengan pernyataan kontroversi untuk membungkam kritik terhadap pemerintah yang akan menerapkan vaksin berbayar di tengah situasi sulit masalah ekonomi yang dihadapi oleh rakyat Indonesia.

Akibatnya, seringnya melakukan fitnah, akun twitter pribadi Dewi Tanjung kena spam oleh Twitter sehingga muncul akun baru yang masih memproduksi fitnah.

Dalam tayangan video bernarasi fitnah tersebut, Dewi Tanjung mengakui jikalau akun twitter lamanya telah dispam oleh Twitter.

“Nyai mau memberikan kabar berita sekarang twitter nyai lagi rame nih, twitter nyai yang baru, yakan! kalau twitter nyai yang lama kan udah di spam ya sama aparat kadrun-kadrun yang kepanasan dengan cuitan nyai,” Ucap Dewi Tanjung dalam akun YouTubenya.

Tidak hanya menyerang Partai Demokrat, Nyai Dewi Tanjung juga menyinggung mantan Wakil Presiden Jusuf kalla yang disebut nyai sebagai Caplin. Bahkan nyai juga menuduh keluarga Mantan Presiden Soeharto yang dikenal dengan sebutan keluarga Cendana, terlibat dalam membuat skenario-skenario busuk.

Narasi-narasi fitnah yang dibuat Dewi Tanjung perlu disikapi lebih lanjut oleh Direktorat Tindakan Pidana Siber (Dirtipidsiber) Mabes Polri karena tuduhan tidak berdasar tersebut dapat merusak semangat Demokrasi di Indonesia, dan merusak nilai-nilai Pancasila yang diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945.

Bahkan tudingan tidak hanya dilayangkan kepada tokoh politik tanah air, juga kepada aparat yang tidak suka dengan pernyataan Dewi Tanjung, dengan menyebut sebagai aparat kadrun.

Jika tuduhan ini meluas, bukan tidak mungkin fitnah yang dilayangkan Dewi Tanjung sebagai upaya merusak demokrasi. Siapa di belakang Dewi Tanjung? Sudah seharusnya pihak berwenang menyelidiki masalah ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here