Anggota DPR F-PDIP Ihsan Yunus Mangkir dari Panggilan KPK, Nama Risma Disebut Ikut Nikmati Bansos di Sidang MK

0
5368

RubrikIndonesia – Anggota DPR RI Fraksi PDIP Ihsan Yunus mangkir dari panggilan KPK terkait korupsi bantuan sosial (bansos). Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan KPK akan segera menjadwalkan ulang.

“Rencana pemeriksaan akan dijadwalkan kembali,” ucap Ali, Rabu (27/1).

Seperti diketahui, penyidik KPK menggeledah dua rumah di Jakarta dan Kota Bekasi. Dalam penggeledahan tersebut diamankan alat komunikasi dan sejumlah dokumen terkait perkara tersebut.

Lokasi pertama adalah sebuah rumah di Jalan Raya Hankam, Cipayung, Jakarta Timur, dan lokasi kedua adalah di Perumahan Rose Garden, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dilansir dari berbagai sumber, rumah yang berada di Jakarta Timur adalah milik orang tua Ihsan Yunus.

Sementara itu, nama Menteri Sosial baru yang menggantikan Juliari Batubara, Tri Rismaharini (Risma) sempat disebut dalam persidangan sengketa hasil Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Kuasa Hukum pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Surabaya Nomor Urut 02 Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin-Mujiaman Sukrino, Veri Junaidi, mengungkapkan keterlibatan Risma dalam pemenangan paslon nomor urut 01 dan penggunaan bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

“Pertama, muncul Surat Risma untuk warga kota Surabaya dan video Risma yang dalam kontenannya menunjukkan Risma sebagai wali kota Surabaya telah terang benderang mengajak warga Kota Surabaya untuk memilih pasangan calon nomor 1. Data dan bukti kami sudah kami lampirkan di dalam,” katanya.

“Risma telah melanggar ketentuan Pasal 71 ayat 1 Undang-undang Pilkada. Di mana, wali kota dilarang membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon,” lanjutnya.

“Mengundang Menteri Sosial Juliari Batubara dalam pemberian bansos di Kota Surabaya,” pungkas Veri.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here