ASOPPSI: Tindak Tegas Petugas Yang Berlaku Tidak Wajar Saat PPKM Darurat

0
193

Rubrik Indonesia – Asosiasi Pengusaha Pemula Sukses Indonesia (ASOPPSI) menyayangkan sikap represif oknum aparat di lapangan dalam penegakan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat) yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui surat terbuka untuk pemerintah, ASOPPSI mengrritik tindakan seorang oknum Satpol PP yang bertindak di luar batas kepatutan dalam menegakkan peraturan pemerintah, sehingga diduga melakukan penganiayaan kepada pemilik usaha yang korbannya merupakan suami dan istri yang sedang dalam keadaan hamil, pada Kamis (15/07/2021).

“Kami Asosiasi Pengusaha Pemula Sukses Indonesia sebagai organisasi yang mewadahi para pengusaha pemula yang notabene adalah para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Menyayangkan sikap represif oknum aparat di lapangan dalam penegakan peraturan PPKM yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia,” tulis ASOPPSI dalam siaran persnya yang diterima Riubrik Indonesia, Kamis (15/7/2021).

ASOPPSI menilai tindakan tersebut diluar batas kewajaran dan merupakan tindak pidana.

“Tindakan oknum tersebut menurut kami sangat berlebihan dan sudah masuk unsur tindak pidana yang dilakukan kepada pemilik usaha tersebut. Untuk itu kami dari ASOPPSI meminta kepada pemerintah setempat, dalam hal ini pemerintah Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, memberikan sanksi kepada oknum tersebut dan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku,” lanjutnya.

Lebih lanjut ASOPPSI meminta Presiden untuk menjamin kebutuhan dasar hidup agar dapat bertahan di tengah kondisi sulit seperti sekarang ini, sesuai dengan amanat UU Nomor 6 tahun 2018.

“ASOPPSI meminta kepada pemerintah pusat dalam hal ini Bapak Presiden Republik Indonesia untuk melindungi segenap warga negara dari tindakan oknum oknum yang merugikan para pelaku usaha dalam penerapan PPKM darurat di seluruh wilayah Indonesia. Memperhatikan secara keseluruhan masyarakat dan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah dengan menjamin kebutuhan dasar hidup agar dapat bertahan di tengah kondisi sulit seperti sekarang ini, sesuai dengan amanat UU Nomor 6 tahun 2018 Kekarantinaan Kesehatan,” tegas ASOPPSI.

Saat dihubungi, Sekjend ASOPPSI, Rian, membenarkan bahwa surat terbuka tersebut benar ditulis oleh ASOPPSI yang mendukung untuk menindak oknum yang semena-mena dalam menjalankan tugas.

“Kami akan terus pantau kasus tersebut, agar pelaku ditindak, serta memperingatkan kepada petugas lain di seluruh Indonesia, untuk tidak melakukan tindakan represif dalam menerapkan kebijakan,” tegas Rian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here