Begini Wajah Kondom Masa Depan

0
5

RubrikIndonesia – Kondom atau alat kontrasepsi masa depan sedang dikembangkan. Mulai dari yang dapat melumas sendiri hingga mengandung obat yang melindungi pemakai terhadap penyakit menular seksual. Saat ini, hampir 30 miliar kondom dijual di seluruh dunia setiap tahunnya.

Sejak 1990, diperkirakan 45 juta infeksi HIV telah dicegah melalui penggunaan kondom, menurut organisasi yang didanai Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), UNAIDS. Akan tetapi, lebih dari 1 juta infeksi menular seksual masih terjadi setiap hari, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca: Pria dengan 3 Kepribadian Ini Paling Demen Berhubungan Seks

Selain itu, diperkirakan 80 juta kehamilan tak diinginkan terjadi setiap tahunnya. Fakta ini menyebabkan banyak ahli kesehatan masyarakat yakin bahwa kondom harus memainkan peran yang lebih besar dalam membantu mencegah penyebaran penyakit dan mendukung program keluarga berencana.

Kondom lateks pria modern menawarkan 80 persen atau lebih perlindungan terhadap sebagian besar penyakit menular seksual. Angka ini termasuk penggunaan kondom pria yang tidak tepat dan bahkan tidak konsisten. Ketika digunakan dengan benar, kondom dapat 95 persen efektif untuk mencegah penularan HIV, berdasarkan hasil penelitian.

Namun, membuat orang menggunakan kondom dengan benar masih merupakan tantangan besar, menurut William Yarber, direktur senior Pusat Pedesaan untuk Pencegahan AIDS / Penyakit Menular Seksual di Universitas Indiana, Bloomington, Amerika Serikat (AS).

“Dari penelitian kami, banyak yang ingin menggunakan kondom, tetapi memiliki pengalaman negatif terkait penggunaan kondom, ada juga yang percaya ‘reputasi buruk’ kondom, atau tidak tahu banyak tentang penggunaan kondom yang benar dan bagaimana cara menggunakan kondom sekaligus mendapatkan kenikmatan,” kata dia, seperti dikutip dari situs BBC, Minggu, 2 Mei 2021.

Ada berbagai alasan mengapa orang menolak untuk menggunakan kondom – ada alasan agama, pendidikan seksual yang buruk, dan ketidaksukaan terhadap kondom. Alat kontrasepsi rusak atau tergelincir relatif jarang terjadi, tetapi memang pernah terjadi dan angkanya ada di antara 1 hingga 5 persen – dan ini juga dapat mempengaruhi kepercayaan orang terhadap kondom.

Hal ini telah mengarahkan para peneliti untuk mencari cara memperbaiki kondom yang sederhana dengan bahan dan teknologi inovatif dengan harapan dapat memungkinkan lebih banyak orang untuk menggunakannya.

Salah satu ide yang menjanjikan untuk kondom yang lebih kuat menggunakan graphene – lapisan tunggal atom karbon yang sangat tipis, yang pertama kali ditemukan oleh para ilmuwan pemenang Hadiah Nobel di Universitas Manchester, Inggris, pada 2004.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here