Cabut Dukungan Politik Kepada Bupati Alor, Hasto Tunjukkan Arogansi Partai Penguasa

0
8

Rubrik Indonesia – SEKJEN PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto Kembali tunjukkan arogansi partai penguasa, pasca beredarnya video Bupati Alor Amon Djobo yang kemudian menjadi viral.

“Dia bukan anggota Partai kami, tetapi karena perilakunya, kami akan cabut dukungan,” ujar Sekjend PDI Perjuangan Hasto.

Arogansi Hasto makin terlihat, saat dirinya tidak menjelaskan secara gamblang bagaimana mekanisme pencabutan dukungan tersebut.

Viralnya video tersebut dikarenakan ketidaknetralan Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam menyalurkan bantuan korban banjir bandang dari Kementerian Sosial.

Dalam video yang viral tersebut nampak Amon Djobo mengusir Menteri Sosial dan dua stafnya, karena Kementerian Sosial sudah tak menghormati dia sebagai Bupati yang menjalankan fungsi eksekutif dan lebih memilih bantuan disalurkan oleh DPRD Kabupaten Alor.

Amon Djobo menuding, ada unsur politik dalam pembagian bantuan PKH melalui DPRD, dan mensinyalir Mensos Risma tidak mengetahui teknis penanganan bantuan hingga sampai ke masyarakat bawah.

“Jangan pakai politik yang seperti itu, dia (Risma) tidak tahu proses bantuan pola penanganan, teknis penanganan bantuan ini sampai di bawah. Mulutnya lebih cepat dari pikiran, pejabat apa model begitu, menteri model apa model begitu,” ujar Amon yang menyindir Risma.

Atas dasar itu, Amon Djobo tidak bergeming menanggapi pernyataan Hasto, dengan mempersilahkan PDI Perjuangan untuk mencabut dukungannya.

“Kalau itu sah-sah saja kalau PDI-P mencabut dukungan,” ujar Amon

Amon pun mengaku hingga saat ini belum menerima surat penarikan dukungan dan rekomendasi tersebut langsung dari PDI-P.

“Saya belum tahu, saya belum dapat pemberitahuan resmi tentang pencabutan surat dukungan kepada kami,” kata Amon Djobo kepada awak media.

Namun dari pernyataan Hasto dan sikap PDi Perjuangan –jika nanti akhirnya mencabut dukungan terhadap Amon Djobo, telah memperlihatkan bertapa arogan partai pengusung yang membela Mensos Risma walau kader PDIP, padahal jelas-jelas telah mempolitisir bantuan kemanusiaan untuk kepentingan kelompoknya saja. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here