Jakarta, Rubrik Indonesia —

Youtube meluncurkan layanan video singkat bernama Shorts, produk baru yang mirip aplikasi asal China TikTok.

Mengutip The Verge, Shorts memungkinkan pengguna untuk mengunggah video pendek berdurasi 15 detik dengan cuplikan lagu-lagu populer sebagai musik latar belakang. 

Video yang lebih dari 15 detik akan dipecah menjadi beberapa klip berkelanjutan.





Pengguna pun bisa mengatur waktu hitung mundur kapan proses perekaman akan dilakukan. Tidak hanya itu, mereka juga dapat mengontrol kecepatan video untuk menambahkan beberapa opsi kreatif.

Setelah merekam video dan menambah musik, pengguna dapat mengunggahnya, sehingga bisa disaksikan oleh pengguna lain. Setelah itu, pengguna akan mendapati sebuah beranda baru pada laman YouTube, yang serupa dengan halaman ‘For You’ pada TikTok.

Beranda ini dikhususkan untuk menampilkan video-video pendek kreasi para pengguna fitur Shorts. YouTube berharap Shorts akan mengalihkan perhatian pengguna di dunia dari TikTok dan Reels karena memiliki lebih dari 2 miliar pengguna bulanan.

Di tambah lagi, beberapa tanggapan pengguna terhadap fitur Reels belum terlalu positif. Pasalnya banyak video yang muncul di Reels (dari influencer dan brand non-partner) justru berasal dari TikTok yang diunggah ulang. 

Tapi, bisa dibilang, Instagram bukanlah platform yang mengutamakan hiburan video seperti YouTube, sehingga Shorts bisa menjadi cara lain untuk membuat orang-orang di situs lebih lama dan membuat kreator lama dan baru terus mengupload video.

Mengutip Techcrunch, Youtube akan menguji fitur tersebut di India selama beberapa hari ke depan, dan kemudian akan dikembangkan lebih banyak ke negara lain setelahnya.

Fitur baru Youtube, Shorts, akan memungkinkan pengguna merekam video vertikal ramah perangkat seluler, dan kemudian menambahkan efek khusus dan soundtrack yang diambil dari ‘perpustakaan musik’ Youtube.

Pengumuman tersebut juga datang saat Oracle dan ByteDance, pemilik aplikasi TikTok, bekerjasama untuk menjaga aplikasi video singkat itu tetap beroperasi di Amerika Serikat.

Masuknya YouTube ke dalam ruang layanan video pendek bertepatan dengan larangan TikTok di salah satu pasar terbesarnya, India, menyusul meningkatnya ketegangan negara itu dengan China.

Pihak YouTube sendiri telah bekerja sama dengan label musik hingga musisi ternama demi menghadirkan 100 ribu lagu pada Shorts. Fitur Shorts sendiri dapat dijumpai pada aplikasi YouTube versi mobile. 

(dal/DAL)

[Gambas:Video CNN]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here