Cerita Relawan Penyelamat Hewan Peliharaan Milik Penderita COVID-19

0
2

Bagi Desy Siswanto dan suaminya, Tonny, memelihara beberapa ekor anjing membawa suasana ceria.

Tiga ekor anjing itu adalah sepasang kakak adik yang diberi nama Hahoy dan Chika bersama ayah mereka, Diego. Induk Hahoy dan Chika sudah mati setelah melahirkan mereka tiga tahun lalu.

Keluarga anjing itu selama tiga tahun terakhir dirawat dengan penuh kasih sayang oleh pasangan Desy dan Tonny. “Anabul-anabul kesayangan,” begitu Desy menyebut ketiga anjing ras campuran Shitzu dan Chihuahua itu.

Namun, seperti yang dialami banyak keluarga di Indonesia, pandemi Covid-19 menghantam rumah tangga Desy.

Cobaan pertama datang saat Tonny mengidap Covid pada 22 Juni lalu. Setelah seminggu isolasi mandiri karena berkali-kali gagal mendapat tempat di sejumlah rumah sakit, Tonny akhinya mendapat perawatan di Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit di Jakarta Pusat.

Tiga hari kemudian, pada 2 Juli, Tonny meninggal dunia. Sehari sebelumnya, Desy pun dinyatakan positif Covid-19.

Walau menjalani isoman di rumahnya, di Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, kondisinya terus menurun sehingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit di Kota Tangerang pada 7 Juli.

Di tengah suasana duka setelah suaminya berpulang, beban Desy pun bertambah berat. Di rumah, hanya tinggal ayah mertuanya – yang juga positif Covid – beserta ketiga anabulnya yang tidak bisa lagi dia rawat semenjak jatuh sakit awal Juli lalu.

“Ayah mertua bisa dirawat oleh saudara saya dan ternyata hanya bergejala ringan. Kini saya mengkhawatirkan anjing-anjing yang jadi terlantar sejak saya sakit,” ungkap Desy.

Tetangga rumahnya berupaya membantu sebisa mereka, dengan memberi makanan dan minuman namun tidak bisa membersihkan hewan-hewan maupun kandang mereka.

“Lalu pada tanggal 7, sudah satu minggu, saya memutuskan pasang status di WhatsApp bahwa `saya sedang dirawat di rumah sakit, tolong bila ada yang bisa merawat anjing-anjing saya, siapa yang bisa berkenan?`”

Tak lama kemudian, seorang saudaranya mengirim tautan di media sosial milik kelompok penyelamat hewan Animal Defenders Indonesia.

“Tanggal 7 pagi saya langsung lihat itu dan membuka link-nya. Di situ tertulis mereka menyediakan bantuan bagi hewan peliharaan yang pemiliknya menderita Covid. Saya juga kaget melihat di situ ternyata bebas biaya, bebas pertolongan sampai antar jemput,” ujarnya.

Dia akhirnya coba menghubungi nomor yang tertera dan mengirim data kronologi penyakit Covid yang menimpanya hingga profil dan foto-foto ketiga anjingnya yang tidak bisa dia rawat sehingga butuh pertolongan.

Hari itu juga Desy, yang tengah terbaring lemah di rumah sakit, langsung mendapat respons. Tim dari Animal Defenders Indonesia itu akan segera mengevakuasi ketiga anjing Desy dari rumahnya untuk dirawat sementara waktu di penampungan (shelter) mereka di Parung, Kabupaten Bogor.

Tadinya akan dijemput pada tanggal 8, namun karena ada kasus yang lebih mendesak, mereka menjanjikan baru bisa datang pada keesokan harinya.

“Tanggal 9 mereka meluncur ke tempat saya untuk evakuasi dan disampaikan anjing-anjingnya harus diperiksa dalam kondisi sehat apa tidak. Saya bersedia. Saya tanyakan ini apa ada biaya, dijawab tidak. Mereka sampai menyatakan tidak ada biaya sedikitpun,” ujar Desy.

Kesanggupan mereka untuk menyelamatkan ketiga anjingnya itu benar-benar melegakan Desy, yang akhirnya bisa berkonsentrasi pada penyembuhan dirinya di rumah sakit selama sepuluh hari.

Sampai saya tanya, `Ini makanan bagaimana, apakah perlu untuk membeli selama saya menitipkan di sana?` Mereka menjawab tidak perlu. `Makanan kami ada buat anjing-anjing Ibu.`”

Rasanya kami diperlakukan luar biasa… Ternyata saya baru tahu ada ya shelter yang berpikiran sampai sejauh ini,” kata perempuan berusia 42 tahun itu.

 

Menyelamatkan hewan peliharaan penderita covid

 

Siang itu, 9 Juli 2021, Doni Herdaru Tona bersama dua rekannya meluncur ke rumah Desy. Ketiga anabulnya sudah dipindahkan dari dalam rumah ke teras dalam dua kandang.

Tanpa kesulitan, mereka bisa mengevakuasi Diego dan kedua anaknya, Hahoy dan Chika.

Karena tidak ada yang bisa merawat selagi Desy di rumah sakit, ketiga anjing itu dibawa ke shelter Animal Defenders Indonesia di Parung untuk menjalani perawatan sementara.

Namun, sebelum dibawa ke shelter, mereka dibawa di klinik dokter hewan untuk menjalani pemeriksaan medis.

“Ini untuk memastikan anjing-anjing itu tidak ada penyakit, sehingga bisa kami bawa ke shelter dalam keadaan sehat. Sesampai di sana langsung kami mandikan dan setelah itu diberi makan. Ini prosedur yang kami lakukan setiap kali menyelamatkan hewan,” ujar Doni.

Dia memastikan ketiga anjing itu berada dalam perawatan yang baik selama di shelter. “Mereka sangat senang sekali,” ujarnya sambil menunjukkan rekaman video saat keluarga anjing itu dievakuasi hingga dirawat di tempat penampungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here