China Dorong Pendidikan untuk Membuat Anak Laki-laki Lebih Maskulin

0
4

 

Barcroft Media/Getty Images
Sementara China ingin anak laki-laki menjadi tentara, itu bukan ambisi semua orang.

 

Sebuah pemberitahuan dari Kementerian Pendidikan China telah menyebabkan kehebohan setelah menyatakan para pemuda di negara itu terlalu “feminin“. Pesan tersebut dikritik sebagai pesan seksis oleh banyak pengguna internet – meski beberapa orang juga mengatakan selebritas pria China yang semestinya disalahkan.

Sudah beberapa lama ini, pemerintah China telah mengisyaratkan keprihatinan bahwa panutan-panutan laki-laki paling populer di negara itu tidak lagi merupakan sosok-sosok kuat dan atletis seperti “pahlawan tentara”.

Bahkan Presiden Xi Jinping, yang terkenal sebagai seorang penggemar besar sepak bola, telah lama berusaha untuk mengembangkan bintang-bintang olahraga yang lebih baik.

Pekan lalu, Kementerian Pendidikan mengeluarkan pemberitahuan dengan judul yang tidak diragukan lagi tentang tujuannya.

Proposal untuk Mencegah Feminisasi Remaja Laki-Laki meminta sekolah-sekolah untuk sepenuhnya mereformasi pendidikan jasmani dan memperkuat perekrutan guru-guru.

Isi pemberitahuan tersebut menyarankan untuk merekrut mantan atlet dan orang-orang dari latar belakang dunia olahraga – dan “mengembangkan dengan penuh semangat” olahraga tertentu, seperti sepak bola, dengan maksud untuk “mengembangkan maskulinitas siswa-siswa”.

Ini adalah dorongan yang jelas di negara di mana media hampir tidak menampilkan apa pun selain selebritas dengan reputasi yang baik dan “bertanggung jawab secara sosial”.

Tetapi ada beberapa tanda sebelumnya yang menunjukkan bahwa langkah seperti itu akan datang. Pada Mei lalu, seorang delegasi dari badan penasihat utama China, Si Zefu, mengatakan bahwa banyak pria muda China telah menjadi “lemah, pemalu, dan merendahkan diri”.

Ada kecenderungan di antara pemuda China laki-laki menuju “feminisasi”, ia mengklaim, yang “pasti akan membahayakan kelangsungan hidup dan perkembangan bangsa China” kecuali jika “diatur secara efektif”.

Si Zefu mengatakan sebagian penyebabnya adalah lingkungan rumah, karena sebagian besar anak laki-laki China dibesarkan oleh ibu atau nenek mereka. Dia juga mencatat bahwa peningkatan daya tarik selebritas pria tertentu membuat banyak anak-anak “tidak ingin menjadi `pahlawan tentara`” lagi.

Jadi, dia menyarankan, sekolah-sekolah harus memainkan peran yang lebih besar dalam memastikan pemuda China mendapatkan pedidikan yang seimbang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here