COVID-19 Renggut Nyawa 500 Ribu Warga AS, Biden: Tonggak Sejarah Suram

0
3

 

Reuters
Sebuah keluarga berduka atas meninggalnya Gregory Blanks, 50, karena Covid pada Januari di Texas

 

Amerika Serikat mengadakan upacara untuk menandai 500.000 kematian akibat Covid-19, jumlah kematian akibat virus corona terbanyak di dunia.

“Sebagai sebuah bangsa, kita tidak bisa menerima nasib yang begitu kejam. Kita harus menahan diri untuk tidak mati rasa terhadap kesedihan,” kata Presiden Joe Biden di Gedung Putih.

“Hari ini saya meminta semua orang Amerika untuk mengingat. Ingat mereka yang hilang dan kita tinggalkan,” katanya, seraya menyerukan warga AS untuk terus bersama melawan Covid-19.

Lebih dari 28,1 juta orang Amerika telah terinfeksi virus corona- rekor global yang dicapai negara itu.

Presiden Biden juga memerintahkan semua bendera AS di gedung-gedung pemerintah diturunkan menjadi setengah tiang selama lima hari ke depan, demikian pengumuman yang dirilis Senin pagi.

Apa yang dikatakan Biden?

Di Gedung Putih, Biden mencatat bahwa jumlah warga AS yang meninggal akibat Covid-19 sudah lebih banyak dari jumlah korban tewas akibat Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan Perang Vietnam.

“Kita sering mendengar orang yang digambarkan sebagai orang Amerika biasa. Tidak ada yang seperti itu,” katanya.

“Tidak ada yang biasa tentang mereka. Kita kehilangan orang-orang yang luar biasa. Mereka meliputi beberapa generasi. Lahir di Amerika, beremigrasi ke Amerika.”

“Begitu banyak dari mereka yang menghembuskan nafas terakhir sendirian di Amerika. Sebagai bangsa, kita tidak bisa menerima nasib yang begitu kejam,” lanjut mantan Wakil Presiden AS itu.

Lihat artikel asli