Dapat Julukan The Guardian of Oligarch, Pengamat Desak Jokowi Jujur

0
14
The Guardian of Oligarch

Jakarta, RUbrikIndonesia – Pengamat Komunikasi Politik M. Jamiluddin Ritonga turut memberikan tanggapan soal unggahan BEM Udayana yang memberikan julukan kepada Presiden Joko Widodo The Guardian of Oligarch.

Menurutnya, julukan tersebut bernada negatif karena Jokowi dinilai seolah-olah dikelilingi para oligarki.

“Untuk menjernihkan rumor tersebut, tentu sangat bijaksana kalau Jokowi menjelaskan duduk persoalan sebenarnya,” paparnya, Selasa (20/7).

Jamiluddin mengatakan unggahan tersebut menganggap seolah-olah keputusan yang diambil Jokowi dipengaruhi para oligarki. Jokowi dinilai lebih berpihak kepada oligarki daripada rakyat.

“Rumor semacam itu sebenarnya sudah lama nyaring terdengar. Jokowi dirumorkan dikelilingi para “naga” yang menentukan arah politik dan ekonomi di tanah air,” ujarnya.

Dosen Universitas Esa Unggul tersebut menjelaskan bahwa semuanya berupa rumor, tentu sulit mendapatkan buktinya.

Namun, rumor itu terus berkembang dari mulut ke mulut hingga saat ini.

“Jokowi harus menjelaskannya secara jujur dan gamblang, benar tidaknya para naga menjadi oligarki, yang membuat presiden tidak independen memutuskan arah politik dan ekonomi Indonesia,” bebernya.

Menurut Jamiluddin, dengan penjelasan Jokowi secara terbuka dan transparan, rumor itu diharapkan jadi terbantahkan.

Para mahasiswa, seperti BEM Udayana, dengan sendirinya akan mendapat klarifikasi langsung dari Jokowi.

“Klarifikasi Jokowi juga dapat membersihkan dirinya dari semua julukan negatif kepadanya. Ini akan meringankan langkahnya meninggalkan Istana pasca masa baktinya berakhir 2024,” tutupnya.

Seperti diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pemerintahan Mahasiswa (PM) Universitas Udayana (Unud) menyebut Presiden Joko Widodo sebagai “The Guardian of Oligarch”

Hal itu diungkapkan lewat unggahan BEM PM Unud di Instagram resmi mereka, @bem_udayana pada Senin (19/7/2021).

Ketua BEM UNUD, Muhammad Novriansyah Kusumapratama membenarkan unggahan tersebut. Novri menyebut unggahan tersebut merupakan sikap resmi organisasinya.

“Ya, itu rilis (resmi) dari BEM PM Udayana,” kata Novri saat dihubungi, Senin (19/7/2021).

Unggahan itu terbagi dalam enam bagian di Instagram. Konten serupa juga dibagikan di media sosial resmi BEM PM Unud lainnya.

Unggahan itu sebagai aksi digital dalam rangka mengkritik pemerintahan Jokowi-Ma’ruf yang dinilai sebagai penjaga oligarki.

“Definisi oligarki menurut akademika Jeffrey A Winter, pelaku yang menguasai dan mengendalikan konsentrasi besar sumber daya material yang bisa digunakan untuk mempertahankan atau meningkatkan kekayaan pribadi dan posisi eksutifnya,” tulis BEM PM Unud.

BEM PM Unud menilai Jokowi sering mengeluarkan kebijakan yang mementingkan kepentingan kelompok tertentu.

Kepentingan itu bahkan menghiraukan kepentingan serta kesejahteran rakyat. (MS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here