Dilema Membangun Gaza Tanpa Mempersenjatai Militan Hamas

0
6

 

Reuters
Ribuan warga Palestina menyaksikan rumah mereka hancur atau rusak.

 

Dengan roket jarak jauh, peluncur misil, dan pesawat nirawak (drone), pasukan Hamas telah mengadakan parade di Jalur Gaza sejak pertempuran mematikan dengan Israel baru-baru ini.

Pesan yang disampaikan adalah tidak mudah bagi para donor internasional yang ingin membantu membangun kembali Gaza tanpa mempersenjatai kelompok yang dipandang oleh AS, Uni Eropa, Israel, dan negara-negara lainnya sebagai kelompok teroris.

Pada kunjungannya ke Yerusalem dan Tepi Barat baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, berkata kepada saya bahwa “sangat penting” untuk memastikan bahwa dana mengalir ke “rakyat Palestina, untuk meringankan penderitaan mereka, dan tidak mengalir ke dompet Hamas”.

Organisasi Islamis yang menguasai Gaza itu tidak mengakui hak Israel untuk eksis.

Hamas merupakan organisasi yang menguasai Jalur Gaza, menyusul kemenangan mereka dalam pemilu legislatif pada 2006.

Militan Hamas

Reuters
Sayap militer Hamas menggelar parade di Gaza menyusul gencatan senjata yang dimediasi Mesir.

 

Menurut PBB, konflik di Gaza telah menghancurkan atau merusak lebih dari 16.000 rumah, juga 58 sekolah dan pusat pelatihan, sembilan rumah sakit, 19 klinik dan infrastruktur vital.

Militer Israel mengatakan mereka telah menyerang lebih dari 1.000 target militan.

Di antara ribuan orang yang kehilangan tempat tinggal adalah keluarga Khalidi di Kota Gaza.

Ketika pesawat perang Israel menyasar bangunan tetangga mereka, apartemen mereka turut hancur oleh ledakan.

 

Penilain PBB soal kerusakan di Gaza utara setelah konflik Mei 2021

BBC

 


“Saya menemukan kaca di seluruh mainan anak saya. Saya menangis ketika melihat kerusakannya,” kata Waad al-Khalidi, yang sekarang tinggal di rumah salah seorang kerabatnya bersama suami dan anaknya yang masih bayi.

“Perang sudah berakhir tapi kami tidak punya uang untuk memperbaiki rumah. Saya hanya ingin rumah kami yang indah kembali.”

Sedikitnya 256 orang tewas di Gaza, menurut PBB, dan 13 orang tewas di Israel selama pertempuran.

PBB mengatakan sedikitnya 128 dari mereka yang tewas di Gaza adalah warga sipil.

Militer Israel mengatakan 200-nya adalah milisi; pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, menyebut pasukannya yang tewas sebanyak 80 orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here