Jakarta, Rubrik Indonesia —

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pada 2024 Indonesia sudah bisa memproduksi baterai mobil listrik litium tipe 811. Produksi ini menggandeng dua produsen asing yakni LG Chem asal Korea Selatan dan CATL dari China.

“Kami sudah tanda tangan (pengembangan) lithium battery dengan LG Chem dan CATL. Itu proposalnya sudah dibuat. Di samping itu skala projek, time line, sudah ada, investasi, insentif, semua sudah kita siapkan. Kami berharap 2024 sudah produksi lithium battery tipe terakhir yaitu 811,” kata Luhut mengutip Antara, Rabu (16/9).

Menurut Luhut salah satu upaya mendorong pengembangan industri baterai listrik yakni dengan mendorong hilirisasi. Ia pun menyinggung Indonesia yang gencar melakukan ekspor material mentah padahal bahan baku tersebut bisa diolah sendiri sehingga bernilai tambah lebih tinggi.





Hal ini yang kemudian dicegah terjadi pada industri baterai kendaraan listrik sebab banyak materialnya ada di dalam negeri.

“Ini salah satu smelter tembaga, berpuluh tahun, hampir 50 tahun, semua kita ekspor saja. Maka saya lapor ke Presiden, ‘Pak sekarang kita harus paksa, kita harus bikin smelter di sini.’ Dan sekarang bikin smelter, satu di Gresik, tapi tidak jadi-jadi,” kata Luhut.

Luhut bilang pemerintah mendorong agar bisa dibangun smelter di Halmahera Tengah di mana bahan baku tembaga akan diambil dari Timika. Menurut dia, karena ada industri terintegrasi di Halmahera Tengah, diharapkan biaya produksinya akan lebih rendah.

“Kalau kita lakukan ini, kita akan dapat lagi nanti kabel tembaga, pipa tembaga, dan satu yang penting, asam sulfat. Ini kita butuhkan untuk bagian baterai litium. Jadi 75-80 persen baterai litium itu akan kita punya di Indonesia,” kata Luhut.

Sementara itu Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika pernah mengatakan investasi lain dari produsen baterai merek ABC, PT. International Chemical Industry, bakal menjadi produsen sel baterai buat kendaraan listrik Indonesia.

Menurut Putu perusahaan ini mendirikan pabrik di Jakarta, sedangkan produksi dimulai akhir 2020. Pabrik ABC murni dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang diklaim dapat menyerap tenaga kerja sampai dengan 120 ribu orang.

“Industri ini merupakan 100 persen investasi dalam negeri (PMDN) dengan nilai sekitar Rp200 miliar,” kata Putu.

(ryh/DAL)

[Gambas:Video CNN]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here