Jakarta, Rubrik Indonesia —

Harga minyak mentah dunia naik tipis pada penutupan perdagangan, Kamis (24/9), waktu Amerika Serikat (AS).

Harga minyak global mencetak perbaikan mengimbangi penurunan stok minyak mentah dan bahan bakar AS, meskipun kasus virus corona di Eropa membuat beberapa negara kembali membatasi perjalanan warganya.

Dilansir dari Antara, Jumat (25/9), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November menguat 17 sen menjadi US$41,94 per barel di London ICE Futures Exchange.







Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik 38 sen atawa 1 persen menjadi US$40,31 per barel di New York Mercantile Exchange.

“Harga minyak (sedang) stabil untuk saat ini, tetapi tekanan turun tetap ada, karena meningkatnya angka kasus covid-19 di seluruh Eropa,” kata Analis Senior Oanda Craig Erlam.

Sebagai informasi, beberapa negara di Eropa, seperti Inggris, Jerman, dan Prancis memberlakukan pembatasan baru demi membendung penyebaran covid-19. Hal ini ikut mempengaruhi permintaan bahan bakar.

Harga minyak juga dibatasi oleh kenaikan data klaim tunjangan pengangguran AS pada pekan lalu. Data menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi dari pandemi corona ‘terengah-engah’ di tengah berkurangnya pendanaan pemerintah.

“Harga minyak bertahan cukup baik meskipun kurangnya stimulus tambahan dari pemerintah AS,” ucap Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn.

Meskipun, menurut data pemerintah persediaan minyak mentah, bensin, dan sulingan AS sudah dipangkas pada pekan lalu, namun tetap saja permintaan bahan bakar AS tetap lesu.

Dari laporan yang sama menunjukkan bahwa permintaan bensin rata-rata empat minggu pekan lalu turun sembilan persen dari setahun sebelumnya.

[Gambas:Video CNN]

(wel/bir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here