Inggris Siap-siap Kedatangan 300 Ribu Orang Eksodus dari Hong Kong

0
5

Menyusul tekanan berkepanjangan dari Beijing terhadap kebebasan sipil di Hong Kong, pada 31 Januari, Inggris memulai program imigrasi yang akan meringankan persyaratan kewarganegaraan bagi jutaan warga Hong Kong yang ingin meninggalkan wilayah bekas jajahannya ini.

Kementerian Dalam Negeri Inggris memperkirakan ada 2,9 juta pemegang status British National Overseas (BNO) yang memenuhi syarat untuk pindah ke Inggris, beserta 2,3 juta anggota keluarga yang memenuhi syarat. Di bawah skema baru ini, mereka akan dapat mengajukan permohonan visa secara online.

Pendatang dengan status BNO dari Hong Kong diizinkan untuk tinggal, bekerja, dan belajar di Inggris selama mereka dapat menanggung biaya hidup sendiri.

Nantinya, setelah lima tahun tinggal di Inggris, mereka akan dapat mengajukan permohonan kewarganegaraan normal. Status BNO merupakan warisan pemerintahan kolonial Inggris, yang khusus diberikan kepada penduduk Hong Kong yang lahir sebelum wilayah ini diserahkan kembali ke China tahun 1997.

Pemerintah Inggris memperkirakan bahwa dalam lima tahun ke depan, visa dengan skema baru ini dapat menarik lebih dari 300.000 orang beserta anggota keluarga yang menjadi tanggungannya. Kini, banyak penduduk Hong Kong menyambut baik kesempatan untuk segera hengkang.

Mulai hidup baru, jauh dari rumah

Sun, insinyur sipil berusia 29 tahun, tiba di Inggris Desember lalu dengan paspor BNO. Saat protes yang dikenal dengan Gerakan Payung pada tahun 2014 dimulai, Sun sebenarnya telah merasa tidak aman di Hong Kong dan segera memperbarui paspor BNO-nya.

Protes besar-besaran menentang pemerintah pada tahun 2019, dan tindakan keras dari pimpinan adminstratif Hong Kong yang didukung Beijing, menjadi pendorong keputusannya untuk pergi sesegera mungkin, papar Sun.

“Penanganan buruk pemerintah Hong Kong terhadap krisis politik membuat Hong Kong tidak berbeda dengan China daratan,” ujar Sun kepada DW, dan menambahkan bahwa kepemimpinan Hong Kong “tidak lagi melayani rakyat Hong Kong dan bahkan mengancam jalan hidup kami.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here