Jakarta, Rubrik Indonesia —

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan terdapat delapan daerah menjadi zona merah alias risiko tinggi penyebaran virus corona selama empat minggu berturut-turut.

Wiku meminta pemerintah daerah di delapan daerah zona merah Covid-19 tersebut melaporkan kendala yang dihadapi dalam menangani pendemi virus corona.

“Kami mohon kepada pemerintah daerah, bupati dan wali kota untuk memperhatikan penanganan covid-19 di wilayah masing-masing dan melaporkan kendala yang dihadapi ke satgas nasional,” kata Wiku di Kantor Presiden, Kamis (7/8).

Berdasarkan data Satgas Covid-19 per 2 Agustus, delapan daerah tersebut antara lain Jakarta Barat dan Jakarta Pusat, DKI Jakarta; Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kemudian Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara; serta Kota Banjarbaru, Kabupaten Tabalong, dan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Wiku turut mengimbau masyarakat di delapan daerah itu untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menangani kasus Covid-19.

“Agar menjadi perhatian di seluruh kabupaten kota ini untuk jangan lelah menerapkan protokol kesehatan dengan jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker karena ini satu-satunya cara kita melindungi dari covid-19 ini,” ujarnya.

Satgas Covid-19 menyampaikan update terbaru zonasi risiko penyebaran virus corona pekan ini per 2 Agustus. Namun, kali ini Provinsi Jawa Timur jadi satu-satunya provinsi yang belum menyerahkan laporan zonasi mingguan ke Kementerian Kesehatan.

Pada pekan lalu, menggunakan data per 26 Juli, zona risiko tinggi atau zona merah berjumlah 44 daerah, pada pekan ini menjadi 33 daerah. Sedangkan zona risiko sedang atau zona oranye dari 160 daerah naik menjadi 194 daerah.

Kemudian zona rendah atau zona kuning dari 182 daerah turun menjadi 163 daerah, dan zona hijau dari 94 daerah pada pekan lalu turun menjadi 86 daerah pada pekan ini.

(mln/fra)

[Gambas:Video CNN]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here