Jakarta, Rubrik Indonesia —

Pendiri sekaligus Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2003-2015 KH Hilmi Aminuddin meninggal dunia hari ini, Selasa (30/6).

Pria yang dikenal sebagai sesepuh dan panglima tertinggi PKS itu merupakan putra Danu Muhammad Hasan, tokoh penting Daarul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) pimpinan Kartosoewirjo.

Hilmi sempat mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Usai dari Tebuireng, Hilmi melanjutkan pendidikan di Fakultas Syariah Universitas Islam di Madinah, Arab Saudi, selama enam tahun.

Selama menempuh ilmu di Saudi Hilmi kerap bergaul dengan Yusuf Supendi yang kemudian juga tercatat sebagai pendiri PKS.

Hilmi pulang ke Indonesia pada 1978 dan langsung aktif berdakwah dari masjid ke masjid.

Kebangkrutan rezim Orde Baru pada 1998 membuka keran kebebasan politik di Indonesia. Partai-partai baru bermunculan. Momentum tersebut sekaligus meretas jalan bagi karier politik Hilmi.

Pada tahun kejatuhan Soeharto itu Hilmi mendirikan Partai Keadilan (PK) bersama Yusuf dan Salim Segaf Al Jufri.

PK langsung mengikuti pemilu pertama pasca Orde Baru pada tahun 1999. PK mendapat sekitar 1,36 persen suara nasional, namun gagal memenuhi ambang batas parlemen sebesar 2 persen. Bersama delapan partai berbasis Islam lain PK melimpahkan suaranya (stembus accord) untuk Partai Bulan Bintang.

Partai Keadilan kemudian berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera pada 2002. Sejak saat itu, sosok Hilmi lekat dengan PKS.

Pada 2005, Hilmi terpilih menjadi Ketua Majelis Syuro PKS melalui mekanisme voting tertutup menggantikan Rahmat Abdullah yang meninggal dunia. Majelis syuro merupakan lembaga tertinggi di PKS.

Hilmi mengantongi 29 dari total 50 suara anggota Majelis Syuro, mengungguli tiga calon Ketua Majelis Syuro lainnya, yakni Salim Segaf, Surahman Hidayat, dan Abdul Hasib.

Usai lima tahun menjabat, Hilmi kembali terpilih sebagai Ketua Majelis Syuro pada 2010 dalam Pemilihan Raya Majelis Syuro PKS. Ia melepas jabatan tersebut pada 2015 dan digantikan Salim Segaf Al Jufri.

Sebagai jabatan tertinggi di partai, Majelis Syuro punya peran dan pengaruh sangat besar. Bahkan mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring pernah menyebut bahwa pemimpin tertinggi di PKS adalah Ketua Majelis Syuro, bukan presiden.

(psp/wis)

[Gambas:Video CNN]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here