Jerman akan Perpanjang Lockdown hingga 31 Januari

0
7

Pemerintah Jerman dan mayoritas dari 16 negara bagian federal Jerman telah sepakat untuk memperpanjang langkah-langkah penguncian (lockdown) hingga 31 Januari untuk mengekang penyebaran virus corona. Hal ini dilaporkan oleh berbagai media Jerman pada hari Senin (04/01).

Pengumuman resmi terkait perpanjangan lockdown ini rencananya akan disampaikan pada hari Selasa (05/01), setelah Kanselir Angela Merkel bertemu dengan 16 perdana menteri negara bagian.

“Semua kecuali dua negara bagian mendukung (perpanjangan lockdown) akhir Januari,” lapor kantor berita Reuters, mengutip tim negosiasi.

Sebuah proposal yang menginginkan agar tempat penitipan anak dan sekolah ditutup, menjadi perdebatan sengit dalam negosiasi antara negara bagian, demikian menurut laporan surat kabar RND pada Senin (04/01) malam.

Kementerian Kebudayaan Jerman pada hari Senin (04/01) mengatakan pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka hanya akan dilakukan ketika langkah-langkah lockdown dilonggarkan, demikian menurut kantor berita pemerintah ARD.

Pembatasan saat ini tidak berhasil

Pembatasan ketat tengah diberlakukan saat ini dengan menutup toko, sekolah, dan jasa layanan di seluruh Jerman sejak 16 Desember 2020. Pembatasan tersebut akan berakhir pada 10 Januari. Namun, tingkat infeksi yang tinggi dan hingga peningkatan angka kematian akibat COVID-19 telah menekan para pemimpin kebijakan untuk memperpanjang pembatasan.

Badan kesehatan masyarakat Jerman, Robert Koch Institute mengatakan tingkat infeksi virus corona di Jerman dalam tujuh hair terakhir adalah 139,6 per 100.000 penduduk.

Ini jauh di atas batas yang masih dapat diterima, yakni 50 infeksi per 100.000 penduduk yang telah ditetapkan pemerintah untuk memungkinkan pencabutan aturan pembatasan.

Perdana menteri negara bagian masih berdebat soal durasi lockdown

Selama menjalani konferensi virtual pada hari Sabtu (02/01), para perdana menteri negara bagian dilaporkan setuju bahwa lockdown saat ini harus diperpanjang, demikian menurut laporan di surat kabar Jerman Frankfurter Allgemeine.

Tetapi mereka berdebat sengit soal waktu perpanjangan lockdown. Perdana menteri dari negara bagian yang paling terpukul akibat pandemi COVID-19 dilaporkan menginginkan perpanjangan lockdown hingga tiga minggu, sementara perdana menteri dari negara bagian yang tidak terlalu terdampak mengatakan bahwa perpanjangan lockdown hingga dua minggu saja sudah cukup lama.

pkp/rap (AFP, dpa, Reuters)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here