Kader Keberatan Dimintai Iuran di Era AHY

0
10

RubrikIndonesia – Forum pendiri dan senior Partai Demokrat angkat bicara soal adanya pihak yang disebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berencana mengambil alih paksa kepemimpinannya.

Mantan Ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat, Ahmad Yahya, mengaku menerima aduan bahwa partai ini di bawah komando AHY menambah beban di daerah baik DPC maupun DPD.

“Kami menerima aduan bahwa DPP meminta dan memungut iuran dari setiap fraksi di DPD dan fraksi di DPC, sehingga menjadi beban teman-teman di daerah,” kata Yahya di Mega Kuningan pada Selasa, 2 Februari 2021.

Baca juga: Gede Pasek Minta Jokowi Tak Terjebak Permainan Kudeta Demokrat

Padahal, kata dia, hal itu tidak pernah terjadi pada kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat sebelumnya baik era Subur Budi Santoso, almarhum Hadi Utomo dan Anas Urbaningrum.

Maka dari itu, Yahya mengatakan kader partai berlambang bintang Mercy ini menginginkan adanya perubahan yang lebih baik ke depan dan kembali menjadi partai besar. Selain itu, kader ingin kesan negatif bahwa Partai Demokrat ini sebagai partai ekslusif dan milik keluarga harus dihilangkan.

“Kader Demokrat di daerah berharap partai ini dapat dipimpin oleh figur yang sudah matang memiliki ekstra kemampuan kepemimpinan, pengalaman dan ketokohan yang dapat mengembalikan kejayaan Partai Demokrat seperti 2004,” ujar mantan Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah ini.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhyono alias AHY, menyebut bahwa ada pihak-pihak yang berencana mengambil alih paksa kepemimpinannya di partai dan punya motif tertentu. Menurut informasi yang diterimanya, rencana itu kata AHY terkait Pemilu 2024.

“Ajakan dan permintaan dukungan untuk mengganti dengan paksa Ketum PD tersebut dilakukan baik melalui telepon maupun pertemuan langsung. Dalam komunikasi mereka, pengambilalihan posisi Ketum PD akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024 mendatang,” kata Agus pada Senin, 1 Februari 2021.

AHY menyatakan, pihak-pihak yang terlibat salah satunya kader partai, eks kader dan bahkan pejabat setingkat menteri. Dia juga menuding ada pejabat di lingkaran Istana Kepresidenan memberi restu manuver politik untuk menyingkirkannya dari kursi ketua umum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here