Kasus Dihentikan, Ini Pengakuan 4 Nakes yang Dituduh Menista Agama

0
7

RubrikIndonesia – Kuasa hukum empat petugas pemulasaran jenazah COVID-19 di-instalasi forensik RSUD Djasemen Saragih, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, menegaskan empat kliennya itu telah mematuhi standar operasi prosedur (SOP) rumah sakit dalam hal pemulasaran jenazah.

Keempat nakes itu juga, terang kuasa hukum, tidak memandikan jenazah wanita. 

“Mereka melakukan proses penyemprotan disinfektan sesuai dengan SOP yang ada disana. Jadi tidak dimandikan hanya dilakukan semprotan disinfektan,” kata Kuasa hukum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Jasmean Nadeak di tvOne, Kamis, 24 Februari 2021.

Jasmean mengakui jika empat kliennya itu tidak mengetahui adanya fatwa MUI tentang ketentuan pemulasaran jenazah COVID-19 bagi yang beragama Islam. “Jadi waktu di-BAP mereka tidak tahu soal fatwa MUI, jadi mereka bekerja berdasarkan standar yang ada di rumah sakit selama ini,” ujarnya.

Menurut para kliennya, jenazah ketika dibawa dari ruang isolasi sudah ditutup kain dan didisinfektan. Sesuai SOP, setibanya di instalasi forensik maka jenazah juga didisinfektan kembali sebelum dikafani dan dimasukkan ke dalam peti jenazah.

“Ketika waktu dibuka kain penutupnya, mohon maaf, masih terlihat jenazah menggunakan pampers. Ini yang kemudian oleh kawan-kawan dilakukan pembersihan, disemprot disinfektan, dikafani kemudian dimasukan peti jenazah yang juga dilakukan proses disinfektan,” terang Jasmean.

Pihak kuasa hukum belum mengetahui detil apakah jenazah menggunakan pakaian lain selain selimut dan pampers yang dikenakan saat tiba di instalasi forensik. “Tapi sekilas dari kronologi yang mereka sampaikan posisinya masih memakai pampers dan dibungkus sprei dari ruang isolasi,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here