Kekayaan Pejabat Meroket Saat Pandemi, Pengamat : Bisnis Apa Untung Miliaran Dalam Setahun ?

0
16
kekayaan pejabat naik saat pandemi

Jakarta, RubrikIndonesia – Menurut catatan KPK sekira 70 persen kekayaan pejabat negara Indonesia meroket di tengah pandemi Covid-19, saat masayarakat mengalami kesulitan.

Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menyoroti hal itu bisa dibaca sebagai persoalan etika politik.

“Mestinya pejabat negara menghindari perilaku mengambil keuntungan di tengah penderitaan rakyat,” katanya kepada wartawan, Senin (13/9).

Ubedilah memahami jika bertambahnya kekayaan pejabat negara itu karena ada bisnis lain selain pekerjaannya sebagai pejabat negara, itu berarti hal yang wajar.

“Pejabat boleh kaya, tidak ada larangan.Tetapi kita boleh bertanya-tanya, bisnis apa yang mendapat keuntungan miliaran rupiah dalam satu tahun ini ditengah pandemi Covid-19? Bisnis vaksinkah? PCR test? Test Antigen? Alat kesehatankah? Atau batu bara dan kelapa sawit yang harganya sedang bagus?” katanya.

Dia juga mempertanyakan apakah kemungkinan pejabat tersebut memanfaatkan pengaruh posisinya sebagai pejabat untuk berbisnis.

“Yang jelas mereka para pejabat tambah kaya di tengah rakyat menderita dan di tengah kondisi ekonomi memburuk, bahagia di atas derita rakyat banyak,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, pejabat publik seharusnya dipahami sebagai pelayan publik dan bukan pengusaha.

“Inilah problem etik serius jika penguasa juga berprofesi sebagai pengusaha. Mereka cenderung mengabaikan etika sebagai pejabat negara, pejabat publik,” katanya.

Ubed menilai bisa kena delik mengarah pada korupsi jika pejabat menggunakan posisinya untuk berbisnis mendapat keuntungan finansial.

“Apalagi jika mereka menggunakan pengaruh posisinya sebagai pejabat untuk berbisnis dan mendapat keuntungan finansial. Ini sudah kena delik yang mengarah kepada korupsi,” pungkasnya.

Berdasarkan catatan Komisi Pemberantasan Korupsi, jumlah pejabat negara yang hartanya mengalami kenaikan mencapai 70,3 persen selama pandemi Covid-19.

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan mengungkapkan, kenaikan harta para pejabat itu diketahui setelah pihaknya melakukan analisa terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) selama setahun terakhir.

“Kita amati juga selama pandemi setahun terakhir ini, secara umum penyelanggara negara, 70 persen hartanya bertambah,” ujar Pahala dalam webinar bertajuk “Apa Susahnya Lapor LHKPN Tepat Waktu dan Akurat”, Selasa (7/9).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here