Keluarga Korban Pesawat MH17 Ungkap Trauma dan Mimpi Buruk

0
3

 

Getty Images
Sebelum sidang, hakim memeriksa puing-puing pesawat Malaysia Airlines yang telah direkonstruksi.

 

Keluarga dan kerabat para korban insiden penembakan pesawat MH17 oleh rudal di langit Ukraina pada 2014 memberikan kesaksian dalam sidang yang mengadili empat tersangka.

Sekitar 90 orang keluarga dan kerabat akan memberikan kesaksian mereka dalam pengadilan dengan keamanan tinggi di Schipol, Belanda, selama tiga pekan ke depan.

Sebelumnya, para penyelidik internasional mengatakan pesawat milik Malaysia Airlines itu ditembak dengan rudal oleh kelompok pemberontak pro-Rusia.

Tiga warga negara Rusia dan satu warga negara Ukraina diadili sebagai tersangka, namun mereka tidak akan menghadiri sidang. Keempatnya menyangkal keterlibatan mereka.

Pesawat tersebut tengah dalam perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur pada 17 Juli 2014, ketika satu rudal menghantam bagian depan pesawat, dan jatuh di wilayah Donetsk, sekitar 50 km dari perbatasan Rusia-Ukraina.

Sebanyak 298 orang — 283 penumpang dan 15 awak — yang ada di dalam pesawat tipe Boeing 777 tersebut tewas. Para korban diketahui berasal dari sepuluh negara berbeda, namun sebagian besar adalah warga Belanda.

Jaksa penuntut dari Belanda mengatakan para tersangka berperan menembak pesawat dengan peluru kendali buatan Rusia di atas zona pertempuran Ukraina timur. Rusia menyangkal bertanggung jawab.

Para tersangka: Igor Girkin, Sergei Dubinsky, Leonid Kharchenko, dan Oleg Pulatof ,mulai disidang di Belanda tahun lalu, setelah kasusnya dibawa ke pengadilan oleh sejumlah jaksa penuntut dari Belanda, menyusul penyelidikan internasional.

Keempatnya disangka sebagai anggota kelompok separatis pro-Rusia yang membantu para pemberontak melawan pasukan pemerintah Ukraina di wilayah timur Ukraina.

Hanya satu tersangka, Pulatov, yang menyewa tim pengacara dari Belanda untuk mewakilinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here