Kota Medan Penyumbang Terbesar Kasus Covid-19, Bobby Malah Buka Sekolah Tatap Muka

0
7

Rubrik Indonesia – KASUS positif Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) bertambah sebanyak 280 orang. Kota Medan, Kabupaten Simalungun dan Karo tercatat menjadi penyumbang terbesar kasus positif baru di Sumut. Kenyataan itu diungkap Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah, Senin (21/61) kemarin. Namun anehnya, Walikota Medan Bobby Nasution malah hendak membuka sekolah tatap muka.

“Penambahan 280 kasus baru ini membuat total positif Covid-19 di Sumut mencapai 34.571 orang. Kota Medan tercatat penyumbang terbesar dengan 91 orang, sementara itu Simalungun menyumbang 77 kasus baru dan Karo bertambah 40 kasus baru,” lanjut Aris.

Bobby Nasution, Wali Kota Medan tetap menggelar sekolah tatap muka yang dimulai Juli mendatang meski angka penularan Covid-19 terus meningkat.

Berdasarkan data, jumlah pasien positif di Medan mencapai 17.384 dan pasien sembuh 15.857 orang.

Menurut Bobby, belajar online selama pandemi memengaruhi psikologis anak sehingga kerap mengalami kejenuhan. Padahal, kata dia, pendidikan anak bukan hanya materi pelajaran tapi juga cara bersosialisasi dan berkomunikasi dengan teman-temannya.

“Saya tanyakan anak-anak, kenal nggak sama temannya, mereka jawab kenal tapi nggak ketemu langsung. Nah ini psikologis kita beda. Nggak bisa dipisahkan kesehatan dan psikis anak, seperti saya bilang tadi, kejenuhan, komunikasi, sosialisasi penting. Tapi bukan mengorbankan anak karena pandemi,” kata Bobby usai simulasi pembelajaran tatap muka di SMPN 1 Medan.

Bobby optimistis sekolah tatap muka bisa digelar di sekolah-sekolah yang ada di Medan mulai Juli 2021.

Pemkot Medan, kata dia, bakal menyiapkan angkutan umum yang benar-benar mengikuti protokol kesehatan. Namun begitu, orang tua diberikan kebebasan apakah mengizinkan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka atau tidak.

“Tapi jangan jadikan simulasi ini sebagai standar kepada semua sekolah karena setiap sekolah beda karakternya. Kita berikan pilihan kepada orang tua. Kami siapkan sarana dan prasarana, tapi orangtua tidak wajib menyuruh anaknya sekolah tatap muka. Kalau memang Covid-19 meningkat, kita sarankan ke orangtua tidak lakukan tatap muka,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here