Jakarta, Rubrik Indonesia —

Salah satu kreator The Umbrella Academy, Steve Blackman, buka suara terkait tudingan musim terbaru serial tersebut menyelipkan antisemitisme, atau mengandung prasangka/diskriminasi terhadap Yahudi.

“Tuduhan antisemitisme dalam The Umbrella Academy 2 sangat menyakitkan dan yang terpenting itu keliru. Saya yang menulis cerita dan menciptakan karakternya juga orang Yahudi,” kata Steve Blackman.

Klarifikasi tersebut disampaikan setelah beredar tudingan The Umbrella Academy 2 mempromosikan antisemitisme melalui karakter The Handler (Kate Walsh). Dalam serial itu, The Handler sering terdengar berbicara dalam bahasa Yahudi, Yiddish.

Hal tersebut dinilai menyiratkan The Handler merupakan orang Yahudi. Selain itu, The Handler dinilai sengaja dibuat sebagai orang yang haus kekuasaan dan mengontrol sebagian besar masyarakat di dunia.

“The Handler juga ditampilkan fasih berbicara dalam banyak bahasa asing, seperti Mandarin dan Swedia. Namun, kenapa yang ditonjolkan dia berbicara dalam bahasa Yahudi?” tulis pengguna akun Twitter @gabsaporta.

Ia juga menyoroti manusia kadal yang berulang kali disinggung Diego jelang pembunuhan Presiden John F. Kennedy.

“Hal lainnya adalah ketika Diego menyinggung manusia kadal yang hendak membunuh JFK. Manusia kadal, seperti teori konspirasi lainnya, termasuk antisemitisme. Kamu bisa baca soal itu di sini,” tulis @gabsaporta.

Manusia kadal merupakan teori konspirasi yang mengacu kepada alien yang tiba di Bumi pada masa kuno dan bergabung bersama manusia melalui manipulasi DNA dan juga perkawinan.

Dalam utas itu, ia mengaku tidak mengetahui kemungkinan penulis serial The Umbrella Academy 2 memang tak menyadari antisemitisme atau sengaja menyebarkan hal tersebut. Menurutnya, teori-teori yang ia temukan harus disampaikan.

“The Umbrella Academy 2 telah menyebarkan antisemitisme seperti The Handler yang berbahasa Yiddish, referensi mengenai manusia kadal. Ini bermasalah. Saya tak merasa ini propaganda Nazi,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Steve Blackman menyadari pandangan penonton ketika menyaksikan The Umbrella Academy bisa berbeda dengan maksud atau keinginan awal penulis. Namun, ia kembali menekankan tak pernah berniat menyebarkan antisemitisme melalui serial itu.

“The Handler tidak dibuat sebagai karakter antisemitisme. Dia bisa berbicara dalam banyak bahasa. The Commission (tempat kerja The Handler) bukan organisasi jahat. Mereka tidak mengontrol keuangan, pemerintah, dan media,” kata Blackman seperti dikutip NME.

Ia kemudian berkata, “Satu-satunya yang dikontrol The Commission terlebih lagi yang mereka jaga adalah alur waktu dari semesta The Umbrella Academy.”

(chri/has)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here