Jakarta, Rubrik Indonesia —

Air terjun saat ini menjadi tujuan wisata bagi sebagian besar masyarakat. Wisata air ini memang terkenal akan keindahan alamnya dan menyejukkan. Bahkan tidak jarang orang datang ke wisata air terjun hanya untuk berendam.

Tapi tahu kah Anda bagaimana air terjun tercipta.

Air terjun bisa dikatakan sebagai aliran sungai yang jatuh dari titik tertinggi. Air terjun berasal dari air yang mengalir deras ke bawah dari ketinggian melalui formasi bebatuan pada badan sungai.





Dalam penjelasan yang lebih sederhana lagi, air sungai atau badan air lainnya jatuh dari atas tebing berbatu menuju kolam terjun yang terbentuk alami di bawahnya. Pergerakan air ini disebabkan karena secara hakekat air akan bergerak dari tempat tinggi ke rendah area lebih rendah.

Lantas bagaimana kolam di bawah air terjun terbentuk. Pertama, ada dua lapisan batu yang dapat terkikis yakni batuan keras (granit) dan dan halus atau soft rock (batuan pasir). Air umumnya akan lebih mengikis lapisan soft rock ketimbang hard rock di bawah sehingga terbentuk kolam terjun.

Mengutip National Geographic, dalam kurun waktu yang panjang, air sungai yang turun menuju lembah membuat air terjun bertambah tinggi. Tidak hanya itu, kolam terjun juga semakin dalam karena pengikisan air sungai yang jatuh terus-menerus.

Batu yang ambruk itu digunakan sebagai alat pengikisan air untuk terus mengikis kedalaman kolam terjun. Namun erosi hanya salah satu proses yang dapat membentuk air terjun. Air terjun juga bisa terbentuk akibat gempa atau longsor.

Mengutip Geologyn, air terjun terbentuk di sungai yang masih muda. Umumnya air terjun terbentuk di hulu sungai. Di sinilah letak lapisan batuan keras di samping lapisan batuan lunak. Perlu diingat juga pembentukan air terjun oleh air ini memakan waktu lama dan secara alami.

Klasifikasi air terjun

Tidak ada cara standar untuk mengklasifikasikan air terjun. Tapi beberapa ilmuwan mengklasifikasikan air terjun berdasarkan volume rata-rata air yang turun.

Air terjun yang menggunakan skala ini salah satunya Air Terjun Inga di Sungai Kongo. Perkiraan volume air yang dikeluarkan dari Air Terjun Inga adalah 25.768 meter kubik per detik.

Kemudian ada juga air terjun diklasifikasikan berdasarkan ketinggian. Angel Falls, air terjun tertinggi di dunia, punya tinggi 979 meter (3.212 kaki) ke ngarai terpencil di hutan hujan di Venezuela.

Hanya, air jatuh sangat lama sehingga berubah menjadi kabut sebelum mencapai anak sungai kecil di bawah.

Jenis air terjun

Air terjun punya beragam jenis yang biasanya ditentukan dari debit air dan lebar sungai. Misalnya Block Waterfall, atau air terjun yang berasal dari aliran sungai lebar contohnya Niagara di Kanada.

Kemudian air terjun Cascade yang merupakan rangkaian air terjun yang menuruni serangkaian tangga batu dan bertemu di satu kolam terjun seperti air terjun Monkey Falls di India.

Selanjutnya air terjun Cataract yang merupakan air terjun besar dan berbahaya. Debit air yang dikeluarkan dalam air terjun ini juga besar dan cepat alirannya seperti air terjun Iguazu Falls di perbatasan Argentina dan Brazil.




Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian. Infografis 10 Air Terjun Tertinggi di Indonesia

Siklus hidrologis di balik air terjun yang terus mengalir

Siklus Hidrologis adalah pergerakan air yang terjadi secara kontinu di permukaan Bumi, termasuk di aliran air terjun.

Diawali dengan penguapan yang disebabkan oleh sinar matahari. Kemudian, uap air tersebut membentuk awan. Ketika awan tersebut mencapai titik jenuhnya di udara, titik-titik air kemudian turun tercurahkan menjadi hujan di daratan.

Kemudian, hujan yang turun di daerah gunung akan menimbulkan aliran air yang bergerak dari puncak ke kaki gunung melalui sungai, danau, parit atau selokan. Dalam praktiknya, badan air termasuk sungai dalam jangka waktu yang sangat lama bisa berkembang menjadi air terjun.

Air yang mengalir di air terjun tersebut kemudian didapat dari curahan air hujan yang turun secara terus menerus di sungai pegunungan dan kemudian bermuara di kolam terjun (plunge pool).

Jika kolam terjun tersebut merupakan akhir dari aliran air tersebut, hal ini menunjukkan siklus air akan dimulai kembali dari sumber tersebut. Namun, ada air terjun yang bermuara langsung ke laut. Misalnya, Jeongbang Falls di Jeju Island, Korea Selatan.

(ryh/DAL)

[Gambas:Video CNN]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here