Jakarta, Rubrik Indonesia — Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengaku untung banyak dipasangkan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Komisaris Utama di perusahaan minyak negara tersebut.

Ia bilang Pertamina tak perlu mahal-mahal membayar infuencer untuk mempromosikan Pertamina, cukup dipromosikan lewat akun sosial media (sosmed) Ahok saja.

“Saya suka bercanda sama beliau. Jadinya kami tidak perlu endorser bayarnya mahal-mahal nih, gitu. Dengan adanya beliau kan jadi langsung, followers-nya kan banyak gitu,” ujar Nicke dalam diskusi virtual, Senin (15/6).

Lalu apa saja sosial media media Ahok dan jumlah pengikut sang influencer Pertamina tersebut?
Di jagat Twitter, akun @basuki_btp milik Ahok memiliki sebanyak 8,8 juta pengikut (followers), tak heran jika Pertamina sering ‘numpang’ promosi di akun Komutnya ini.

Ahok tampak rajin mempromosikan Pertamina, setiap beberapa hari ada saja cuitan soal Pertamina di dinding akun Twitter-nya. Jumlah retweet dan suka yang didapat pun terbilang lumayan, dari ratusan hingga ribuan.

“Masyarakat bisa akses beragam informasi soal Pertamina lewat website,” tulis Ahok melalui akun Twitter @basuki_btp pada 10 Juni lalu.

Ahok juga tak kalah pamor dibanding influencer muda lainnya di Instagram, pengikut akun Instagramnya (basukibtp) mencapai 4 juta orang.

Meski tak segetol di Twitter kala mempromosikan Pertamina, namun Ahok bagai tak bisa dipisahkan dengan nama Pertamina. Di dinding akun IG-nya, tampak beberapa postingan terkait kebijakan Pertamina yang disukai puluhan ribu orang.

Nicke mencotohkan keuntungan tersebut misalnya terjadi saat Pertamina masuk ke jajaran perusahaan terbesar di dunia berdasarkan Fortune 500. “Masuk ke Fortune 500, itu kan 2018 (tak ada yang tahu). Tapi ketika kemudian yang disandingkannya adalah Pak Ahok jadi lebih (banyak yang tahu),” imbuhnya.

[Gambas:Instagram]

Nicke juga mengaku tak ambil pusing terkait dengan sejumlah kontroversi yang pernah melekat terhadap sosok mantan gubernur DKI Jakarta tersebut. Sebab menurutnya selalu ada sisi positif yang bisa diambil dalam tiap sosok pejabat publik.

“Saya cenderung selalu melihat dari sisi positif ya, karena setiap orang pasti seperti mata uang ya. Jadi ada sisi positif, sisi negatif, ada kiri dan kanan gitu. Jadi ya kita sebagai manusia pasti punya dua sisi itu. Jadi saya selalu melihat dari sisi positif,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(wel/sfr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here