Merger Tokopedia dan Gojek Berdampak Positif bagi Konsumen

0
5

RubrikIndonesia – Rencana merger antara dua unicorn asal Indonesia, yakni Gojek dan Tokopedia disebut bukan usaha untuk memonopoli pasar. Hal itu dikatakan oleh Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance, Aviliani.

Menurutnya, rencana tersebut adalah praktik bisnis yang wajar, karena ekosistem akan terjadi dengan sendirinya. Tokopedia adalah platform jual beli barang dan menjadi salah satu ecommerce yang menguasai pasar.

”Sedangkan Gojek punya ekosistem layanan transportasi, makanan, dan lainnya. Gojek belum punya ecommerce. Dengan merger, maka keduanya semakin besar,” ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip Senin 11 Januari 2021.

Penggabungan dua entitas tersebut, dikatakan bakal memperkuat ekosistem digital. Terlebih, Gojek tidak lama lagi akan menjadi salah satu pemilik bank yang berorientasi digital, yakni Bank Jago.

“Toko-toko yang berada dalam Tokopedia bisa dengan mudah mendapat pinjaman dari bank tersebut, terbangun lah ekosistem digital. Gojek dapat tawarkan kredit ke seller di Tokopedia. Kalau saya lihat, konsumen yang banyak untung dari gabungnya dua perusahaan ini,” tuturnya.

Itu sebabnya, kata Aviliani, merger kedua perusahaan ini bisa menumbuhkan perkenomonian bangsa secara keseluruhan, bukan upaya untuk memonopoli pasar.

“KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) jangan melihat hanya dari satu sisi saja. Trennya, ke depan ini pasti akan ada banyak perusahaan yang akan merger dan akuisisi,” jelasnya.

Rencana penggabungan ini juga disebut bisa memperkuat produk buatan Indonesia di dunia internasional, khususnya di regional Asia Tenggara.

“Sisi ekonomi sangat tergantung apakah penjualan domestik di Tokopedia dioptimalkan. Bila hanya impor, buat apa? Bila tidak produksi di sini, maka nilai tambah kecil,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here