Jakarta, Rubrik Indonesia —

Dua astronaut NASA pertama yang mengunjungi Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dengan kendaraan komersial milik SpaceX, Doug Hurley dan Bob Behnken, bersiap kembali ke Bumi pada Sabtu (1/8). Keduanya dijadwalkan mendarat di Bumi pada Minggu (2/1).

Hurley dan Behnken tiba di ISS menggunakan kapsul Crew Dragon milik SpaceX pada 31 Mei 2020. Setelah dua bulan menjalan misi, keduanya juga harus menyelesaikan salah satu aspek yang paling menantang dari misi, yakni meninggalkan stasiun ruang angkasa.

Melansir Space, Hurley dan Behnken akan menghabiskan waktu berjam-jam di dalam kapsul untuk mencapai Bumi. Kapsul akan terjun payung melalui atmosfer Bumi dan mendarat di perairan dekat pantai Florida, AS.

“Ini saatnya untuk mencobanya dan melihat bagaimana hasilnya,” kata Hurley.

NASA menyampaikan lokasi target awal pendaratan kapsul Crew Dragon adalah di Teluk Meksiko di lepas pantai Kota Panama, Florida. Prosedur pendaratan merupakan rintangan terakhir dari misi yang dinamai Demo-2 dan menjadi tes akhir untuk sistem kru komersial SpaceX.

Sejak awal, NASA menekankan misi yang dijalani Behnken dan Hurley adalah uji terbang. Sehingga, pekerjaan utama para astronaut adalah memeriksa setiap aspek kendaraan dan memastikan siap untuk digunakan secara teratur oleh anggota kru di masa yang akan datang.

Melansir Business Insider, undocking dijadwalkan pukul 19:34 ET atau sekitar pukul 06.30 WIB. Pada saat itu, kapsul Crew Dragon akan dengan lembut menembakkan pendorongnya untuk menjauh dari laboratorium ISS yang mengorbit.

Setelah cukup jauh dari ISS, kapsul akan menyala lebih agresif untuk menempatkan dirinya di jalur yang tepat ke lokasi pendaratannya di lepas pantai Florida.

Saat proses itu, Crew Dragon angkasa akan melepaskan bagian bawah yang berisi tangki bahan bakar, panel surya, dan perangkat keras lainnya, yang tidak lagi dibutuhkan oleh astronaut.

Pelepasan itu akan mengekspos pelindung panas kapsul. Setelah menembakkan pendorong selama enam menit atau lebih untuk mendorongnya ke atmosfer Bumi, kapal akan mulai jatuh.

Perisai panas akan membelokkan dan menyerap energi plasma super panas, hingga 3.500 derajat Fahrenheit. Perisai itu diharapkan melindungi perangkat keras dan astronaut saat mereka menembus atmosfer Bumi dengan kecepatan 25 kali kecepatan suara.

Jika berhasil menembus, parasut kapsul harus akan terbuka untuk memperlambat kapsul jatuh melalui bagian atmosfer yang lebih tebal.

Behnken dan Hurley harus menunggu di dalam kapsul selama 30 menit hingga satu jam setelah pendaratan, tergantung pada cuaca dan keadaan pesawat ruang angkasa saat tim penyelamat di kapal mendekati.

Jika dinyatakan aman, helikopter akan membawa Behnken dan Hurley ke pantai. Dari sana, mereka akan naik pesawat ke Houston.

Secara keseluruhan, perjalanan kembali harus memakan waktu 21 jam dan 27 menit.

(pjs/fea)

[Gambas:Video CNN]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here