Museum Bung Karno Dialokasikan 40 M, PDIP Malah Kritisi 9M Museum SBY

0
221
Museum Bung Karno 40 M

Jatim, RubrikIndonesia -Dinamika politik kembali terjadi di Tanah Air. Kali ini pemicunya adalah alokasi dana pemerintah untuk pembangunan museum di Jawa Timur. Faktanya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mengalokasikan dana hibah untuk renovasi Museum Bung Karno di Blitar mencapai Rp 40 miliar,  dan alokasi dana untuk Museum SBY-ANI senilai Rp 9 Miliar.

Adalah politisi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono yang memulai sorotan terhadap kinerja pemerintah yang secara diam-diam mengalokasi dana Rp 9 miliar untuk pembangunan museum SBY-ANI di Pacitan.

Sorotan itu mencuat karena dana yang dialokasikan untuk pembangunan Museum SBY-ANI itu merupakan dana hibah dari APBD 1.

Hibah dana dari APBD Pemrov Jatim itulah yang dipersoalkan anggota DPRD 1 Jawa TImur dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono.

“Ini sangat menyakiti hati rakyat, mengkhianati amanat penderitaan rakyat, apalagi di masa pandemi Covid-19 di mana rakyat sedang kesusahan,” tegas Deni di Surabaya.

Menurut Deni, uang sebanyak itu sebaiknya digunakan untuk membeli beras hingga pulsa untuk akses internet bagi pelajar.

Sebab, Deni menilai Pacitan sebagai salah satu kantong kemiskinan di Jatim.

“Duit Rp 9 miliar itu bisa untuk membeli 900 ribu beras yang bisa dibagikan ke rakyat miskin, memfasilitasi lebih dari 500 ribu pelajar dengan bantuan paket data 1 GB. Memberi ribuan beasiswa untuk mahasiswa yang kesulitan membayar biaya kuliah di masa pandemi,” imbuh Deni.

Deni mengutip data kemiskinan di Pacitan yang mencapai 14,54 persen di 2020.

“Ini termasuk yang tertinggi di Jatim. Demikian pula pendapatan per kapita rakyat Pacitan baru Rp28 juta per orang per tahun. Hanya separo dari rata-rata pendapatan per kapita di Jatim,” ujarnya.

“Dana bantuan Rp 9 miliar untuk Museum SBY adalah hal ironis di tengah fakta kemiskinan Pacitan yang begitu besar. Apalagi kalau kita lihat bentuk Museum SBY seperti istana mewah, yang menjauh dari realita hidup rakyat,” tegas politisi muda alumnus Universitas Airlangga itu.

Namun, pernyataan politisi PDI Perjuangan tersebut langsung mendapat tanggapan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim Sri Subiati. Dirinya menyatakan heran atas pernyataan Deni Wicaksono tersebut.

“Dimana salahnya? Sebab, ini tujuannya jelas. Demi mengangkat perekonomian Pacitan dengan menciptakan sebuah destinasi wisata baru berskala nasional,” kata perempuan yang akrab disapa Anti ini.

Anti lantas menyindir anggaran daerah yang digunakan untuk pembangunan Museum Bunga Karno di Blitar.Untuk diketahui, pemugaran museum Bung Karno di Blitar menelan anggaran Rp 40 miliar.

“Pemugaran museum Bung Karno di Blitar dan Museum SBY-Ani di Pacitan sama-sama dapat bantuan keuangan dari pemerintah. Justru anggaran pemugaran museum Bung Karno lebih banyak,” kata Anti.

“Lantas, tiba-tiba museum SBY-Ani yang mendapat bantuan Rp 9 miliar disebut menyakiti rakyat. Tentunya ini pemahaman yang sempit,” jelas Bendahara Demokrat Jatim ini.

Anti menegaskan Demokrat tak pernah mempersoalkan adanya museum mantan presiden. Ini sebagai bentuk penghormatan kepada mantan Presiden sekaligus mendukung program pemerintah kabupaten/kota yang menjadi tempat lahir sang presiden.

Apalagi, Museum SBY-Ani akan diisi sejarah perjalanan hidup SBY sebagai Presiden RI ke-6. Sebuah bangunan monumental berskala nasional yang akan memperkaya tempat wisata di Pacitan.

“Semua mengakui kalau Pak SBY berhasil memimpin Indonesia. Dua periode,” tegas Anti yang merupakan legislator asal dapil 9 yang membawahi 5 kabupaten di Jatim termasuk Pacitan ini.

“Museum SBY-Ani juga akan menceritakan keberhasilan pak SBY memimpin negara ini bagi generasi penerus,” jelasnya.

Wisata Pacitan diyakini akan terdongkrak. Dengan kata lain, Museum SBY-Ani akan sekaligus meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat Pacitan.

“Museum SBY-Ani untuk merupakan persembahan kepada masyarakat khususnya generasi muda sekaligus sebagai media pendidikan,” tegasnya.

Hal ini senaga disampaikan Plt Ketua DPD Gerindra Jatim, Anwar Sadad.

Dia menilai, bantuan keuangan khusus (BK) untuk pembangunan Museum SBY-Ani di Pacitan dinilai wajar.

Pasalnya, sosok SBY adalah tokoh besar asal Jatim yang menjadi presiden RI dua periode.

“Dua periode menjabat sebagai presiden pasti meninggalkan legacy untuk bangsa ini.

Kronik perjalanan beliau pasti ada sisi positif termasuk sisi humanis baik dalam keluarga maupun para sahabatnya patut dicontoh,” ujar Anwar Sadad, Kamis (18/2/2021).

Wakil Ketua DPRD Jatim ini menjelaskan, sebelum memberikan bantuan untuk museum SBY-Ani, Pemprov Jatim juga pernah memberikan hibah untuk menghormati tokoh-tokoh besar asal Jatim.

Di antaranya rumah masa kecil Bung Karno di Blitar.

“Selain rumah masa kecil Bung Karno, Pemprov Jatim juga pernah memberikan bantuan untuk perbaikan fasilitas di makam Gus Dur.

Di komplek makam tersebut juga ada makam dan kakek beliau yang tak lain adalah pahlawan nasional,” ungkapnya.

Sadad yakin, SBY tidak pernah meminta atau mengajukan permohonan hibah ke Pemprov Jatim.

“Saya percaya pasti Pak SBY tidak minta hibah kepada Pemprov Jatim, akan tetapi hibah tersebut adalah bagian dari wujud penghargaan dan rasa bangga masyarakat Jatim kepada sosok Pak SBY,” jelasnya.(MS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here