Pasok Vaksin Akan Berkurang, Eropa Minta Farmasi Tetap Penuhi Janji

0
2

 

Reuters
AstraZeneca diduga telah memperingatkan pengurangan sebesar 60?ri dosis yang tersedia.

 

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, memperingatkan perusahaan-perusahaan vaksin untuk tetap memenuhi komitmen, di tengah sengketa soal pengurangan pasok vaksin.

Di pertemuan virtual Forum Ekonomi Dunia, Ursula von der Leyen, mengatakan semua ekspor untuk negara-negara di luar Uni Eropa (UE) akan dipantau.

Ia mengatakan Uni Eropa sudah menginvestasikan miliaran Euro untuk membantu mengembangkan vaksin Covid-19 dan perusahaan-perusahaan farmasi harus memenuhi kewajiban mereka.

Sebelumnya, menteri kesehatan Jerman mengatakan ini bukan untuk “mengutamakan Eropa” namun demi apa yang ia sebut sebagai “sesuatu yang adil atas kontribusi Eropa” selama ini dalam membantu mengembangkan vaksin Covid-19.

Dua produsen utama vaksin, AstraZeneca dan Pfizer, mengumumkan memangkas pasok vaksin ke Uni Eropa, setelah mereka menghadapi masalah produksi.

Perselisihan AstraZeneca dapat memengaruhi pasokan vaksin Pfizer-BioNTech ke Inggris.

Vaksin Pfizer dikembangkan oleh Amerika Serikat dan Jerman. Namun, pabriknya yang terletak di Belgia memasok Inggris.

Menanggapi komentar dari UE, Menteri Penyebaran Vaksin Covid Inggris Nadhim Zahawi mengatakan pada hari Selasa (26/01) bahwa pasokan “terbatas” tetapi menambahkan, “Saya yakin bahwa [AstraZeneca dan Pfizer-BioNTech] akan mengirimkan kepada kami jumlah yang kami butuhkan untuk memenuhi target pertengahan Februari kami dan tentu saja setelahnya. “

Komisaris Kesehatan Uni Eropa, Stella Kyriakides, sebelumnya mengatakan 27 anggota blok Uni Eropa akan “mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi warganya”.

 

Vaksin Covid-19

Reuters
Menteri kesehatan Jerman mengatakan ini bukan untuk “mengutamakan Eropa” namun demi apa yang ia sebut sebagai “sesuatu yang adil atas kontribusi Eropa” selama ini dalam membantu mengembangkan vaksin Covid-19.

 

Perusahaan-perusahaan pembuat vaksin Covid di UE harus “memberikan pemberitahuan awal setiap kali mereka ingin mengekspor vaksin ke negara ketiga”, katanya. Inggris sekarang telah meninggalkan Uni Eropa.

Zahawi memperingatkan terhadap apa yang disebutnya “jalan buntu nasionalisme vaksin”, dan menambahkan: “Tidak ada yang aman sampai seluruh dunia aman.”

UE telah menghadapi kritik atas lambatnya peluncuran vaksin, yang dibeli atas nama semua negara anggota.

 

Apa yang dipermasalahkan dalam perselisihan?

 

Kyriakides mengatakan di Twitter bahwa pembicaraan pada hari Senin (25/01) dengan AstraZeneca “mengakibatkan ketidakpuasan dengan kurangnya kejelasan dan penjelasan yang tidak memadai”.

“Negara-negara anggota UE bersatu: pengembang-pengembang vaksin memiliki tanggung jawab sosial dan kontraktual yang harus mereka pegang”.

Kyriakides mengatakan Uni Eropa telah meminta “perencanaan rinci pengiriman vaksin”, dan pertemuan berikutnya dengan perusahaan itu akan diadakan pada hari Rabu.


AstraZeneca, perusahaan multinasional Inggris-Swedia dengan kantor pusat di Inggris, mengatakan pihaknya “melakukan segala cara untuk membawa vaksinnya kepada jutaan orang Eropa secepat mungkin”.

Vaksin perusahaan itu untuk Eropa sebagian besar diproduksi di Inggris, meskipun lokasi lain di Eropa itu terlibat dalam pembuatan vaksin.

AstraZeneca juga memiliki pusat produksi besar di India.

Negara lain, termasuk Australia dan Thailand, mengatakan mereka juga telah diberitahu tentang penurunan pasokan AstraZeneca.

 

Penundaan apa saja yang memengaruhi UE?

 

Vaksin AstraZeneca, yang dikembangkan bersama Universitas Oxford, bahkan belum disetujui di UE. Tetapi blok itu menandatangani kesepakatan pada Agustus untuk mendapatkan 300 juta dosis, dengan opsi untuk mendapatkan 100 juta lebih lagi.

Badan Obat-obatan Eropa (European Medicines Agency, EMA) diperkirakan akan memberi izin pada akhir Januari. Pengiriman diharapkan dimulai pada 15 Februari, dengan sekitar 80 juta dosis tiba di 27 negara pada Maret.

Tetapi minggu lalu, AstraZeneca mengatakan “penurunan produksi di lokasi manufaktur dalam rantai pasokan Eropa kami” berarti jumlah dosis awal untuk negara anggota UE akan lebih rendah. Pabrik di Belgia yang dijalankan oleh perusahaan mitra dianggap menjadi masalah.

Para pejabat belum mengonfirmasi secara terbuka seberapa besar kekurangannya, tetapi Reuters melaporkan bahwa pengiriman akan dikurangi menjadi 31 juta – atau pemotongan sebesar 60% – pada kuartal pertama tahun ini.

Ini akan menjadi pukulan berat setelah Pfizer-BioNTech pekan lalu mengatakan pihaknya menunda pengiriman selama beberapa minggu ke depan karena pekerjaan untuk meningkatkan kapasitas di pabrik di Belgia.

UE telah memesan 600 juta dosis vaksin yang sudah digunakan untuk pasien-pasien.

Penundaan tersebut dapat menimbulkan keraguan besar pada janji Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen untuk menyuntik 70% seluruh orang dewasa di UE pada akhir Agustus.

 

Peta vaksinasi dunia, data pada 25 Januari.

BBC
Peta vaksinasi dunia, per 100 penduduk, data pada 25 Januari.

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here