Jakarta, Rubrik Indonesia — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) berharap pemerintah daerah (pemda) mengizinkan hotel dan restoran kembali beroperasi setelah lebaran.

“Sejak ada wabah covid-19 ini jasa industri perhotelan dan restoran di mana pun termasuk Kalbar sangat terpukul. Nah, kami harap habis lebaran ini aktivitas jasa perhotelan dan restoran kembali normal atau diperbolehkan,” ujar Ketua PHRI Provinsi Kalbar Yuliardi Qamal seperti dikutip dari Antara, Selasa (26/5).

Ia mengungkapkan operasional sejumlah hotel anggotanya berhenti selama beberapa waktu terakhir, baik layanan kamar maupun restoran. Selain karena pembatasan pemda, operasional hotel dihentikan karena minimnya tamu di tengah pandemi virus corona.

“Prinsipnya kami mendukung upaya pemerintah dalam pemutusan rantai wabah COVID-19. Namun, ketika ramadan kami tidak boleh membuka restoran. Dengan demikian tidak ada pemasukan dari hotel kami,” ujarnya.
Apabila dibuka kembali, hotel dan restoran siap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal itu dilakukan agar operasional dapat berjalan sembari menekan risiko penyebaran wabah virus corona.

Di saat yang sama, perekonomian masyarakat juga dapat bergerak mengingat karyawan yang dirumahkan kembali bekerja. Kemudian, produk pangan juga akan diserap oleh restoran.

“Kami menyerap tenaga kerja, membeli produk hasil pertanian dan lainnya untuk kebutuhan hotel. Dengan begitu ekonomi masyarakat dan daerah tumbuh. Kalau di Kota Pontianak, sektor perhotelan dan restoran penyumbang pendapatan asli daerah atau PAD yang besar,” jelasnya.

Sebagai informasi, hingga Senin (25/5) pukul 12.00, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat jumlah kasus positif corona di Kalbar mencapai 175 kasus. Sebanyak 43 pasien di antaranya sembuh dan 4 pasien meninggal.

[Gambas:Video CNN]

(sfr/bir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here