Jakarta, Rubrik Indonesia —

Pelanggan PLN berdaya 900 VA mengeluhkan lonjakan tagihan listrik hingga Rp19 juta. Keluhan tersebut disampaikan melalui akun media sosial Twitter @ummudaardaa bersama dengan bukti tagihan PLN.

“Izin posting kembali biar meninggalkan jejak,” kicaunya sembari mengunggah foto bukti tagihan listrik Rp19 juta dari PLN.

Pelanggan rumah tangga itu sempat menuliskan bahwa tagihan listrik yang ia terima rata-rata per bulannya sebesar Rp400 ribu.

Manajer PLN ULP Panakkukang Dwija Putra Swandika mengatakan pihaknya telah mendatangi langsung kediaman pelanggan tersebut.

Fakta yang ditemukan adalah ada kesalahan perhitungan oleh petugas baca meter dari perusahaan mitra kerja PLN sejak lama.

Ia bilang seharusnya jumlah tagihan yang diberikan kepada pelanggan per bulannya mencapai Rp800 ribu, bukan Rp400 ribu. Ini terjadi karena kesalahan perhitungan petugas mitra PLN.

“Petugas baca meter dari perusahaan mitra kerja PLN yang tidak berintegritas sudah dikeluarkan oleh mitra kami beberapa bulan lalu. Setelah penggantian petugas yang baru akhirnya diketahui ada kurang tagih oleh PLN,” terang Dwija.

Dwija menjelaskan tagihan Rp19 juta merupakan akumulasi dari kurang tagih PLN selama ini. Setelah dilakukan diskusi, pelanggan setuju untuk membayar seluruh tagihan dari PLN dengan cara mencicil.

“Sudah ada informasi penyelesaian. Pelanggan sudah menerima dan bersedia melunasi tagihan dengan angsuran,” terang Dwija.

Ini bukan pertama kalinya PLN mendapatkan keluhan dari pelanggan. Sebelumnya juga ada artis Kartika Putri yang mengeluh tagihan listrik rumahnya tiba-tiba melonjak hingga Rp17 juta dari biasanya yang hanya Rp6 juta-Rp7 juta per bulan.

“Per bulan biasanya Rp6 juta-Rp7 juta kenapa bulan ini bisa sampai Rp17 jutaan ya. Mohon penjelasannya ya bang @infopln @pln_id @pln123_official,” tulis Kartika di akun pribadi Instagram nya beberapa waktu lalu.

Sebelum Kartika, ada pula Arnold Poernomo atau Chef Arnold yang juga mengeluh karena tagihannya membengkak dari Rp2,5 juta menjadi Rp10 juta.

Tak lama setelah itu, PLN UID Jawa Timur tiba ke kediaman Arnold di Surabaya untuk mengonfirmasi lonjakan tagihan tersebut.

Manager PN ULP Ngagel Iva Parastutik mengatakan permasalahan lonjakan listrik di rumah Arnold karena penghentian sementara petugas baca meter ke lapangan selama pandemi virus corona.

Penghentian dilakukan sejak akhir Maret hingga Mei 2020. Saat itu, tagihan dihitung berdasarkan rata-rata pemakaian 3 bulan sebelumnya.

[Gambas:Video CNN]

(aud/bir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here