Pengamat Anggap Berlebihan Polisi Tangkap Pembawa Poster, Begini Nasib Pria Tersebut

0
21
pria pembawa poster ditangkap polisi

Jakarta, RubrikIndonesia – Pengamat Hukum Pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menganggap kepolisian berlebihan dengan menangkap pria pembawa poster saat kunjungan Jokowi.

Pria tersebut ditangkap yang membentangkan poster bertulisan “Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar” saat Presiden keluar dari makam bung Karno di Blitar, Jawa Timur.

Menurutnya, tindakan penangkapan tersebut berlebihan padahal pria itu hanya menyalurkan aspirasinya.

“Sikap represif itu tindakan over acting atau berlebihan,” ucapnya, Rabu (8/9).

Menurutnya, masyarakat hanya menyalurkan aspirasinya saja. Cuma karena rakyat kecil diperlakukan represif seperti itu. Kapolri harus memperingatkan jajaran dan bawahannya atas tindakan itu. Polisi itu dibayar oleh uang rakyat karena itu juga seharusnya menjaga rakyat,” katanya

Menurutnya, kejadian ini harus menjadi yang terakhir dan tidak boleh terulang lagi. “Ya, ini harus yang terakhir, polisi harus jadi polisi modern yang demokratis,” kata dia.

Sebelumnya diketahui, Seorang pria di Blitar tiba-tiba membentangkan poster saat mobil Presiden Joko Widodo beranjak meninggalkan lokasi vaksinasi di area PIPP Kota Blitar menuju Makam Bung Karno, Selasa (7/9).

Pria yang diduga peternak ayam itu muncul di antara kerumunan warga yang menyaksikan rombongan Jokowi meninggalkan area Very Very Important Person (VVIP). Hanya beberapa meter dari pintu gerbang VVIP, pria tersebut membentangkan poster dengan tulisan “Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar.”

Kabagops Polres Blitar Kota Kompol Hari Sutrisno yang menyaksikan kejadian tersebut langsung membawa pria tidak dikenal itu ke mobil polisi.

Polisi Mengatakan Sudah Memulangkan

Pihak kepolisian mengatakan  sudah memulangkan pria pembawa poster saat kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Blitar, Jawa Timur pada Selasa (7/8).

Pihak kepolisian mengeklaim bahwa pria pembawa poster yang sempat ditangkap itu tidak ditahan.

“Hanya dimintai keterangan. Sudah pulang ke rumah bersama keluarganya,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Gatot Repli Handoko saat dikonfirmasi, Rabu (8/9).

Gatot mengatakan kepolisian tidak memberikan tindakan terhadap pria yang menyampaikan aspirasi soal harga jagung tersebut.

Bahkan, lanjut Gatot, aspirasi pria itu sudah diserap oleh kepala daerah, polisi, dan TNI setempat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here