Pigai Sebut Negara Merawat Rasisme, Ketua Relawan Pro Jokowi-Amin “Ngaku” Satire Sandingkan Pigai Dengan Gorila

0
4613

RubrikIndonesia – Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menjadi sasaran rasisme yang diduga dilakukan Ketua Relawan Pro Jokowi-Amin, Ambrosius Nababan. Menanggapi itu, Pigai mengatakan selama pemerintahan Presiden Joko Widodo, setiap kejahatan HAM di Papua cenderung didasari rasisme.

“Kita harus hapuskan rasisme. Negara memelihara dan memelihara dan mengelola rasisme sebagai alat pemukul setiap orang yang berseberangan dengan kekuasaan,” kata Pigai, Senin (25/1).

Menurut Pigai, masyarakat Papua telah menjadi sasaran dari kejahatan rasisme.

“Rasisme telah menjadi kejahatan kolektif negara pada rakyat Papua, bangsa Melanesia,” katanya.

Sementara itu, Ambronicus Nababan yang juga merupakan kader Partai Hanura, mengaku postingannya yang menyandingkan Pigai dengan Gorila tidak ada maksud menghina.

“Itu saya akui saya yang buat. Sifatnya itu satire, kritik satire. Kalau orang cerdas tahu itu satire, itu lelucon-lelucon,” ujarnya, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/1).

Dugaan rasisme yang dilakukan Ambronicus terhadap tokoh Papua tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Barat. Laporan tersebut didaftarkan langsung oleh ketua KNPI Provinsi Papua Barat Sius Dowansiba bersama pengurus KNPI PB.

Selain dilaporkan ke polisi, masyarakat Batak yang ada di Papua juga turut mengutuk dugaan rasisme oleh Ambronicus.

“Kerukunan Masyarakat Batak Provinsi Papua meminta kepada pihak kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas serta memprosesnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” kata Kenan Sipayung.

Senada dengan Kenan, Tokoh Masyarakat Batak di Tanah Papua Makmur Nababan didampingi Ketua Ikatan Pemuda Batak (IPBP) Jee Somosir mengatakan selain mengeluarkan pernyataan sikap, pihaknya juga berencana mendatangi Polda Papua, untuk membuat laporan polisi terkait dugaan perbuatan melanggar hukum yang dilakukan Ambronicus Nababan.

“Apa yang dilakukan Ambronicus Nababan adalah perbuatan yang melawan hukum, bahkan sangat meresahkan masyarakat Batak yang hidup berdampingan dengan masyarakat dari berbagai suku yang ada di Papua,” katanya.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here