Jakarta, Rubrik Indonesia —

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi guna mengatasi lonjakan covid-19 di Ibu Kota.

Ketua Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi mengaku khawatir dengan munculnya klaster perkantoran yang kini turut menjadi sumber penambahan kasus positif Covid-19 di Jakarta.

“Kalau melihat kondisi yang tidak melandai, bahkan meningkat, sebaiknya PSBB Transisi ini tetap dijalankan,” kata Diana saat dihubungi, Kamis (30/7).

Diana mengaku setuju dengan penerapan PSBB Transisi di DKI Jakarta. Sebab dengan begitu, pengusaha masih tetap diperbolehkan untuk menjalankan usahanya.

Dia bilang, penerapan PSBB secara penuh telah cukup memukul kalangan pengusaha. Meski Jakarta kembali mengalami lonjakan kasus positif dalam beberapa hari terakhir, namun menurut Diana, hal itu bukan disebabkan oleh pihaknya.

“Jangan sampai yang sudah buka kegiatan usaha ditutup, padahal bukan mereka yang buat klaster-klaster baru,” katanya.

Diana mengungkapkan, kalangan pengusaha saat ini baru mulai mengalami sedikit kenaikan omzet. Meski tak dirasakan semua pihak, ia tak menampik bahwa kenaikan omzet saat ini masih bergantung pada belanja pemerintah daerah maupun pusat.

Terutama pengusaha di sektor jasa, seperti jasa konstruksi yang bergantung dari belanja pemerintah. Diana berharap pemerintah tak memutus belanja di sektor jasa tersebut.

Diana melanjutkan sektor yang hingga kini masih terpukul akibat Covid-19 adalah sektor perhotelan, pariwisata, dan rumah makan.

“Di sektor-sektor tertentu memang masih menurun ya, karena belum maksimalnya roda ekonomi di masing-masing sektor,” terangnya.

Penerapan PSBB Transisi di DKI Jakarta memasuki hari terakhir. Hingga berita ini ditulis, Pemprov DKI Jakarta belum memastikan bakal menghentikan atau memperpanjang PSBB Transisi.

Sementara di sisi lain, DKI Jakarta juga terus mencatat lonjakan kasus positif seiring kemunculan klaster baru corona, yakni klaster perkantoran. Akibatnya, saat ini setidaknya ada delapan kantor di DKI Jakarta yang terpaksa ditutup lantaran mengindahkan protokol kesehatan.

[Gambas:Video CNN]

(thr/age)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here