Presiden Selanjutnya Akan Warisi Utang Negara Hingga 10.000 Triliun

0
3

Rubrik Indonesia : UTANG Pemerintah Indonesia diprediksi akan terus bertambah. Penambahan utang akan meliputi pembangunan infrastruktur yang terus berlanjut saat keadaan ekonomi Indonesia yang tidak bertumbuh, bahkan minus.

Tidak hanya soal infrastruktur, pembelian alutsista yang diinisiasi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Gerindra, juga menjadi bertambahnya beban utang negara.

Sebab, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang minim untuk mencicil utang diprediksi akan selalu ditambal oleh utang-utang lainnya.

Bahkan mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada sembako, pendidikan dan sektor lainnya akan dijadikan stimulus untuk peningkatan pendapatan, meski rakyat harus menjadi korban utang tersebut.

Aktivis sosial yang melabeli dirinya sebagai “manusia merdeka” lantas memberi komentar di akun Twitternya, @saididu, terkait agenda utang pemerintah saat ini akan menjadi beban bagi Presiden selanjutnya di 2024.

“Siapapun jadi Presiden setelah 2024 akan menghadapi persoalan utang yg sangat berat,” cuit Said Didu.

“Karena diperkirakan menerima warisan utang lebih Rp10.000 trilyun (belum termasuk utang BUMN) dan harus mencicil pembayaran utang sktr Rp1.000 trilyun per tahun,” pungkasnya.

Bahkan yang menjadi sangat miris adalah, utang tersebut akan dicicil hingga Rp1.000 triliun tiap tahunnya, hampir separuh dari pendapatan APBN negara.

Pemerintah sebagai penyelenggara harus benar-benar memperhatikan perihal utang tersebut agar tidak menjadikan Indonesia sebagai negara pailit yang tidak mampu membayar utang, atau menganulir kebijakan yang kiranya dapat menjadi beban generasi penerus bangsa, seperti halnya pengadaan alutsista hinga Rp1.700 triliun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here