Pujian Yusuf Mansur Kepada Jokowi Kepincut Jabatan Komisaris BUMN

0
9
ustad yusuf mansur kepincut komisaris

Jakarta, RubrikIndonesia – Ustaz Yusuf Mansur kembali menyita perhatian publik terkait pujiannya kepada Presiden Joko Widodo. Yusuf Mansur menyempatkan diri menulis artikel bertajuk “Jokowi memang yang terbaik luar biasa pencapaiannya”.

Pujian Ustaz Yusuf Mansur belakangan menuai sejumlah kritik dari berbagai kalangan. Karena seolah berupaya menjilat.

Pengamat Politik Muslim Arbi membaca bahwa ada motif tersendiri atas lakon yang dilakukan Yusuf Mansur atas puji-pujian kepada Jokowi.

Tak lain, karena Ustaz Yusuf Mansur disebut kepincut ingin mendapat kursi komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Pujian terhadap Jokowi menandakan Ustaz Yusuf Mansur berharap dapat jabatan komisaris BUMN. Selama ini dia sudah mendukung Jokowi tapi belum dapat jabatan,” kata Muslim dikutip dari Hops.id–jaringan Suara.com, Rabu (2/6/2021).

Muslim menyebut, Ustaz Yusuf Mansur memuji-muji presiden lantaran ingin mendapat jabatan komisaris BUMN lantaran bisnisnya sedang bermasalah. Bahkan ditengarai dia tengah terlilit utang besar, ratusan miliar.

“Kabarnya bisnis Ustaz Yusuf Mansur mempunyai utang sampai Rp 300 miliar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kaya Muslim, bahwa pujian Ustadz Yusuf Mansur ke presiden usai Abdee Slank mendapat jabatan Komisaris Independen PT Telkom.

“Padahal peran Ustaz Yusuf Mansur di Pilpres 2019 cukup besar dengan menyebut Presiden selalu puasa Senin-Kamis dan mendoakan rakyatnya,” kata Muslim.

Langkah Ustaz Yusuf Mansur yang mencoba peruntungan mendapatkan komisaris dengan memuji Presiden, menurut Muslim justru makin dijauhi umat Islam.

“Harusnya ulama itu bersifat independen dan tidak mendekat ke penguasa.” kata dia

Ustaz Yusuf Mansur memuji kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pujian itu diunggah Paytren lewat laman pribadinya berjudul ‘Jokowi Memang yang Terbaik Luar Biasa Pencapaiannya’ yang dikutip Republika pada Rabu (2/6). Dia menyebut, pujian itu bukan dalam rangka sedang menjilat.

“Pandangan bahwa saya menjilat, ga ada di kamus saya. Tapi, terserah yang mandang jika menganggap demikian juga nyatanya saya ga pernah ngejilat-jilat. Saya punya harga diri, ga minta-minta dan justru ngajar kemandirian, iman juga tauhid, serta giving alias sedekah. Begitu-begitu. By the way, makasih ya, semua kawan-kawan yang sudah berinteraksi dengan saya di semua media sosial saya. Twitter @Yusuf_Mansur, Instagram @yusufmansurnew juga Facebook Yusuf Mansur (Official),” kata UYM dalam laman pribadinya.

“Demen banget dialog sama kawan-kawan, meski saya ga kenal sama siapa saya jawab-jawab, hehehe. Seru aja. Kayak keluarga. Kayak temen lama. Sohib. Wis. Jangan ragu-ragu nyerang saya. Benar-benar jangan ragu-ragu. Semua saya jadikan bahan introspeksi juga kesaksian masa depan. Bismillaah. Feel free yaaa,” kata UYM menambahkan.

Dia menyebut, Jokowi merupakan presiden terbaik. Pencapaian Jokowi juga luar biasa. “Bahwa ada kekurangannya, ya namanya juga manusia. Doain Pak Jokowi. Agar bisa jadi presiden yang baik, pemimpin yang baik. Dijauhkan dari segala sifat yang jelek. Izinkan saya mencintainya tanpa pamrih. Maaf yaaaa,” ujar UYM.

“Asli nih. Titip doa buat Pak Jokowi. Pembangunan biar rata ujung ke ujung. Berikutnya pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan manusia. Revolusi mental. Bangga bener saya sama beliau. Top. Alhamdulillaah,” kata UYM.

Dia menuturkan, selalu menempel Jokowi dan membacakan shalawat, surat al-Fatihah, dan doa, termasuk Wapres Kiai Ma’ruf Amin. “Plus semua pemimpin di pusat dan daerah. Semuanya. Kesebut. Sebaik-baiknya, emang kita kirim doa. Karena, doa bakal balik juga ke kita,” kata UYM.

Dia meminta maaf kepada mereka yang tak berkenan terkait pujiannya kepada Jokowi. UYM mengaku, pribadinya tetap begini dan tidak berubah.

“Dari dulu sampai dengan sekarang juga.… Mangga.… Bahwa ada perubahan, biasanya sebab ada info-info baru, ilmu-ilmu baru, pengalaman-pengalaman baru. Tentang Pak Jokowi, saya sekali lagi bilang, di hari ini, di sini, saya mencintainya. Karenanya saya mendoakannya. Pak Jokowi memang yang terbaik luar biasa pencapaiannya,” kata pimpinan Ponpes Daarul Qur’an tersebut.

Pada akhir catatan pribadinya, UYM memuji sejak Jokowi menjadi presiden, pembangunan terjadi di berbagai daerah. UYM mengajak masyarakat untuk mendoakan Jokowi.

“Pembangunan juga di mana-mana. Ya, saya bisa salah menilai. Tapi, banyak yang merasakan.… Sekali lagi, jika ada kekurangan.… Maka, kekurangan itu kita bawa dalam doa. Doain beliau dan pemerintahan sekarang. Doa kembali ke kita kok. Bismillaah. walhamdulillaah,” kata UYM.

Sebelumnya, di Twitter viral video lama UYM kala mengkritik pemerintah era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang gemar menambah utang. Dia mengaku, sangat benci dengan utang yang terus bertambah. UYM pun merespons video tersebut dengan meminta maaf karena dulu masih bocah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here