Jakarta, Rubrik Indonesia — Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyebut pusat data Google di Indonesia bakal meluncur 24 Juni mendatang.

Hal ini diungkap usai pertemuan Johnny dengan Barbara Navarro Head of Google Cloud Asia Pasifik, Jumat (12/6). Sebelumnya, Johnny memang sempat menyebut niat Google dan Facebook untuk membangun pusat data di Indonesia.

Kedua perusahaan menyampaikan rencana tersebut dalam pertemuan dengan delegasi Dewan Bisnis AS-ASEAN (US-ASEAN Business Council) di Istana Merdeka, Desember 2019.

“Dalam pertemuan tersebut kominfo dan tim google cloud menekankan pada pembangunan pusat data Google Cloud
yang diluncurkan akan di 24 juni 2020,” jelas Johnny dalam konferensi pers digital di akun Youtube Kominfo.
Lebih lanjut Johnny menjelaskan bahwa pusat data yang dibangun Google bakal digunakan untuk data bukan milik pemerintah.

“Ini adalah upaya pihak swasta dan pemerintah untuk tetap menjaga akselerasi transformasi digital Indonesia,” tuturnya.

Johnny juga menjelaskan bahwa pihak Kominfo juga pada hari yang sama melakukan pertemuan dengan Youtube. Dalam pertemuan dengan CEO Youtube Global Susan Wojcicki, Kominfo membahas soal penanganan konten untuk menangani hoaks untuk memutus rantai Covid-19.

“Kominfo mengapresiasi langkah youtube untuk memberantas hoaks dan berusaha menyebarkan informasi sehat untuk masyarakat global dan khususnya Youtube,” jelas Johnny.

Sebelumnya, Johnny menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperjelas lebih dulu sebelum Google dan Facebook membangun pusat data di Indonesia.

Perusahaan ini perlu memerhatikan letak pusat data dan bagaimana aliran (flow) data. Pasalnya, kedua aturan itu harus disesuaikan dengan standar yang berlaku di internasional.

“Bagaimana lintas batas negara ada di PBB untuk bersama-sama atau bilateral reciprocal seperti apa. Free flow data itu apa basis kepercayaan saja atau ada standar yang dipatuhi bersama,” sambungnya.

Dalam pertemuan yang sama Desember lalu, Jokowi juga mengungkap tidak hanya Facebook dan Google yang tertarik membangun pusat data di Indonesia. Tapi ada juga nama-nama lain seperti Amazon, Microsoft, dan Alibaba. (eks)

[Gambas:Video CNN]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here