Jakarta, Rubrik Indonesia —

Saham Gap, peritel pakaian, jatuh 6 persen pada perdagangan Senin (20/7), usai penyanyi rap dan hip-hop Kanye West menggelar kampanye calon presiden AS.

Masalahnya, bukan pada pidato kampanye West, melainkan ancaman pembatalan kerja sama antara produk fesyen rancangannya, Yeezy, dengan Gap selaku mitra kerjanya tersebut.

Suami dari Kim Kardashian itu memuat video kritikan dan ancaman terhadap Gap, Adidas, dan juga peritel pakaian lainnya yang bermitra dengan Yeezy.

“Mereka harus berubah sekarang atau akan saya tinggalkan,” ujarnya seperti dikutip CNN Bussines, Selasa (21/7).

Diketahui, Gap menandatangani mitra kerja dengan Yeezy selama 10 tahun untuk membentuk lini fesyen modern orang dewasa hingga anak-anak dengan harga terjangkau. 

Dengan pernyataan Kanye tersebut, semakin mengaburkan kejelasan kolaborasi merek antara Yeezy dan Gap yang ditargetkan rilis pada 2021 mendatang.

Kolaborasi tersebut dinilai dapat mengangkat Gap dari keterpurukan bisnis mereka selama beberapa tahun terakhir. Terbukti, pada pengumuman kolaborasi pada Juni lalu, saham Gap melonjak 19 persen. 

Pada kuartal II 2020, dilaporkan penjualan Gap anjlok 43 persen. Gap juga tidak membayar sewa gerai pada April lalu akibat penutupan sementara.

Perusahaan menyebut penghematan yang dilakukan berhasil mengumpulkan kas sebesar US$1 miliar pada Mei lalu, lebih banyak dari kas tahun lalu. 

Kondisi keuangan Gap berbanding terbalik dengan Kanye yang sukses berat lewat Yeezy. Ia merupakan non-atlet pertama yang meluncurkan produk kolaborasi dengan Nike pada 2009. Sementara, kerja samanya dengan Adidas yang dimulai 2013 lalu juga disambut hangat oleh pasar.

Kanye memang dikenal vokal dan kerap mengkritik berbagai pihak. Baru-baru ini, ia mengaku skeptis dengan peluang vaksin covid-19.

“Banyak anak-anak kita yang divaksinasi dan dilumpuhkan. Jadi, ketika mereka bilang mengobati penyakit covid-19 dengan vaksin, saya sangat berhati-hati,” terangnya.


CommCore Consulting Group, perusahaan konsultan merek, menuturkan komentar West bisa menimbulkan risiko bagi masa depan bisnis Gap apabila Gap dan Yeezy tidak segera menanggapi komentar.


Sebab, penyakit covid-19 telah menelan nyawa lebih dari 143 ribu orang Amerika Serikat. Di sisi lain, banyak masyarakat di dunia, tak terkecuali AS, menanti-nanti vaksin dari virus yang berkembang di Wuhan, China, tersebut.


“Gap mungkin tidak ingin memiliki posisi yang terkait dengan mereknya. Namun, hampir semua yang dikatakan West dapat membahayakan citra dan merek Gap,” tulis Andres Gilman, CEO CommCore Consulting Group.

[Gambas:Video CNN]

(wel/bir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here