Jakarta, Rubrik Indonesia — Mengangkat isu kebijakan satu anak di China, One Child Nation menarik perhatian hingga masuk nominasi dokumenter terbaik Oscar 2020, bersaing dengan American Factory yang diproduseri Barack Obama. Berikut sinopsis film arahan Nanfu Wang itu.

Secara garis besar, One Child Nation mengikuti perjalanan Nanfu saat kembali ke kampung halamannya untuk menggali dampak laten kebijakan satu anak tiap keluarga yang diterapkan China pada 1979 hingga 2015.

Kala itu, China sedang menghadapi salah satu tantangan terbesar setelah perang, yaitu kelebihan populasi yang akan memicu kelaparan dan peperangan jika tak diatasi.

Negeri Tirai Bambu lantas menerapkan kebijakan pembatasan satu anak per keluarga. Jika tinggal di pinggiran, satu keluarga bisa memiliki dua anak dengan syarat membayar denda dan jeda kelahiran lima tahun.
Pemerintah menghalalkan segala cara agar kebijakan tersebut tetap berjalan, termasuk dengan mengaborsi paksa ibu yang kedapatan memiliki lebih dari satu anak.

Kelamaan, masalah kian kompleks hingga memicu perdagangan anak dan kasus penipuan adopsi ke luar negeri.

Dengan sudut pandang orang pertama, Nanfu awalnya menyoroti dampak kebijakan ini pada keluarganya sendiri.

[Gambas:Youtube]

Namun kemudian, Nanfu menarik benang merah mulai dari penegak amanah pemerintah hingga keluarga yang kehilangan arah. Tak berhenti sampai di sana, Nanfu terus mengikuti rantai korban lainnya.

Dengan kisah komprehensif yang dibalut sinematografi apik, One Child Nation mengundang decak kagum banyak pihak.

Saat pertama kali ditayangkan di Festival Film Sundance 2019 saja, One Child Nation langsung menyabet penghargaan tertinggi.

Hingga akhirnya, One Child Nation masuk dalam nominasi piala Oscar kategori Dokumenter Terbaik, bersaing dengan American Factory, film yang diproduseri Barack Obama. (has)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here