Testimoni Para Penerima Vaksin COVID-19 Sinovac Perdana di Jawa Barat

0
3

RubrikIndonesia – Para kepala daerah, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Jawa Barat yang disuntik perdana vaksin COVID-19 di RSUP Dr Hasan Sadikin, Bandung, kemarin, mengaku tidak merasakan gejala apa pun.

Kondisi badan mereka tetap fit dan dapat beraktivitas seperti biasa, membuktikan bahwa vaksin COVID-19 aman. Masyarakat pun diharapkan tidak ragu dan tidak takut untuk menjalani vaksinasi COVID-19. 

Sekretaris Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat Jamjam Erawan mengaku tidak merasakan gejala apa-apa setelah disuntik vaksin COVID-19. “Malah tidur tadi malam sangat nyenyak. Bangun di pagi ini malah lebih percaya diri, lebih semangat, dan lebih menyenangkan,” ujarnya, Jumat, 15 Januari 2021.

Berdasarkan pengalamannya sebagai penerima vaksin COVID-19, Jamjam mengimbau masyarakat agar tidak cemas dan tidak khawatir dengan vaksinasi COVID-19. Terlebih, vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu upaya menangani pandemi. “Insya Allah warga Muhammadiyah sudah siap divaksin untuk mencegah penyebaran COVID-19 dalam upaya menyehatkan dan menyelamatkan masyarakat Jabar menuju Jabar Juara lahir batin,” katanya.

Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Wilayah Jawa Barat Pendeta Paulus Wiyono mengatakan, dalam masa observasi selama 30 menit untuk mengawasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) hingga 24 jam usai penyuntikan, dia tidak merasakan efek samping apa-apa.

“Tidak ada bekas memar atau reaksi dibekas suntikan. Tidak ada efek samping yang dirasakan dalam observasi 30 menit setelah divaksin sampai saat ini. Mari tetap disiplin dengan protokol kesehatan. Jangan bingung dan ragu divaksin karena kebanyakan hoaks dari orang yang belum divaksin,” katanya.

Hal senada dikatakan Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Bandung Romo FX. Wahyu Tri Wibowo. Setelah divaksin, kondisinya tetap fit dan tidak mengalami demam. Ia pun berharap masyarakat siap untuk menjalani vaksinasi COVID-19.

“Harapannya semua warga siap divaksin, jangan takut divaksin. Ketika kita divaksin berarti kita menjaga diri sendiri dan juga orang lain. Kita peduli kepada sesama dan bangsa kita yang sedang dilanda pandemi COVID-19. Hindari virusnya, jangan hindari vaksinnya,” katanya.

Perwakilan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jabar, Opik Abdul Ropik, mengatakan bahwa vaksinasi COVID-19 merupakan upaya untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. “Vaksin bukanlah obat, tetapi pemicu imunitas agar tubuh memiliki mekanisme yang lebih kuat terhadap potensi COVID-19,” katanya. 

“Karena itu protokol kesehatan harus tetap diperhatikan meski telah mendapatkan vaksin,” tambahnya.

Virus COVID-19 di Tanah Air masih ada. Untuk menghindari penularannya, mari terus patuhi protokol kesehatan, lakukan 3M: Memakai masker, Menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, serta Mencuci tangan pakai sabun. 

#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak

Baca juga: Ridwan Kamil: Tidak Mau Divaksin Denda Rp100 Juta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here