Jakarta, Rubrik Indonesia —

Memiliki power bank (penyimpan daya) adalah saat ini seperti sebuah kewajiban bagi banyak orang yang memiliki mobilitas tinggi. Power bank sangat bermanfaat ketika baterai gawai kekurangan atau kehabisan daya.

Namun, tak semua power bank dapat bekerja optimal ketika dibutuhkan. Banyak informasi yang menyajikan sejumlah power bank hanya bisa digunakan satu kali meski memiliki daya yang besar. Bahkan, sejumlah power bank meledak hingga menyebabkan pemiliknya luka.

Berikut tips untuk memilih power bank yang tepat:

1. Kapasitas power bank

Melansir RAVPower, langkah pertama dalam memilih power bank dengan benar adalah menentukan ukuran baterai yang dibutuhkan. Kapasitas power bank dapat berkisar dari 1.000 mAh hingga 120.000 mAh.

Namun, semakin banyak kapasitas maka semakin banyak biaya yang harus dikeluarkan. Mempertimbangkan bahwa sebagian besar ponsel saat ini memiliki baterai sekitar 2500-3500 mAh, power bank ukuran 15.000 mAH yang bisa mengisi daya iPhone X sebanyak tiga kali bisa menjadi solusi.

2. Ukuran power bank

Selain kapasitas baterai, ukuran fisik adalah sesuatu yang perlu dipertimbangkan saat membeli power bank. Intinya, semakin kecil baterai maka semakin kecil power bank. Namun, baru-baru ini ada perusahaan yang membuat power bank berkapasitas besar dengan ukuran yang relatif lebih kecil.

3. Harga power bank

Sama seperti ukuran, semakin besar kapasitas maka semakin mahal power bank. Namun, harga juga tergantung pada faktor-faktor seperti merek, kualitas, teknologi, hingga fitur. Secara umum power bank yang sengat murah sangat rentan dalam hal keamanan.

4. Teknologi power bank

Melansir Power Bank Expert, mereka dapat teknologi yang disematkan pada power bank sangat bervariasi meskipun sangat mirip. Beberapa teknologi pada power bank, misalnya pengisian cepat yang memungkinkan aliran arus tingkat tinggi melalui USB untuk mengisi kapasitas baterai lebih cepat dan selanjutnya mengurangi waktu pengisian.

Passthrough charging yang memungkinkan power bank untuk mengisi daya perangkat lain saat sedang diisi. Pengisian nirkabel yang memungkinkan telepon diisi daya hanya dengan diletakkan di atas daya, sehingga tidak perlu menggunakan kabel.

Kemudian pengisian tenaga surya yang dilengkapi dengan panel fotovoltaik untuk mengisi daya baterai internal, sehingga memasok energi terbarukan untuk mengisi daya ponsel dan perangkat elektronik lainnya.

5. Port power bank

Aspek penting lain yang perlu dipertimbangkan adalah jenis dan jumlah port yang tersedia di power bank. Sebagian besar power bank memiliki satu atau dua port USB output. Namun, port USB tidak selalu sama karena mereka dapat memiliki nilai daya yang berbeda.

Nilai A, yang merupakan singkatan dari Ampere mengacu pada jumlah elektron yang dapat melakukan perjalanan melalui port per detik. Jadi semakin tinggi nilai A, semakin cepat daya perangkat.

6. Fitur power bank

Power bank yang memiliki indikator daya kerap menjadi pilihan. Sebab, fitur itu sangat berguna karena memungkinkan pemilik untuk melihat saat baterai lemah sehingga dapat diisi ulang sesuai kebutuhan.

Selin itu, fitur layar LCD yang dapat menampilkan persentase kapasitas pengisian hingga senter juga menjadi pilihan.

7. Jenis baterai power bank

Power bank umumnya hadir dengan baterai Lithium-Polymer (Li-Po) dan Lithium-Ion (Li-Ion). Dari dua jenis itu, power bank dengan Li-Ion lebih populer.

Baterai Lithium-Polymer diketahui memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi, tetapi cenderung memiliki umur yang lebih pendek dan juga lebih mahal untuk diproduksi. Mereka juga rentan terhadap ledakan.

Sedangkan baterai Lithium-Ion, memiliki kepadatan energi yang sedikit lebih rendah, tapi dapat menahan siklus pengisian atau pengosongan yang lebih banyak dan umumnya lebih murah.

(mik)

[Gambas:Video CNN]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here