Tokoh Papua: Negara Sendiri Masih Curiga Niat Baik Orang Papua Untuk Dialog

0
7

Rubrik Indonesia – PENDETA Dora Balubun, Koordinator Bidang Keadilan, Perdamaian dan Keuntuhan Ciptaan (KPKC) Sinode Gereja Kristen Injil (GKI) Tanah Papua menjelaskan bahwa pihak gereja telah berkali-kali mengirim surat terkait konflik di Papua kepada pemerintah pusat. Namun, hingga kini pihaknya belum juga mendapatkan balasan. Pernyataan Dora Balubun tersebut diungkapkannya pada diskusi daring, Jumat (18/06) lalu.

Dora mengatakan, surat tersebut berisi permintaan dialog untuk penyelesaian masalah konflik di Papua.

“Pimpinan gereja di Papua terus menerus menyurati pemerintah untuk meminta dialog, sampai hari ini, dari catatan kami, permohonan untuk dialog itu belum pernah dijawab oleh pemerintah,” ujar Dora.

Selain pihak gereja, Dora menambahkan, Majelis Rakyat Papua (MRP) juga telah meminta dialog. Menurutnya, dialog adalah cara yang tepat untuk menyelesaikan konflik di Papua.

Ia mengatakan, melalui dialog, pihak-pihak terkait seperti masyarakat Papua yang diwakili oleh adat, gereja, pimpinan-pimpinan wilayah dan pemerintah pusat, bisa duduk bersama untuk mencari solusi konflik.

“Pihak-pihak bisa duduk secara damai untuk bicara tentang bagaimana menciptakan kehidupan yang lebih baik, lebih damai di atas tanah Papua,” ujarnya.

Dora menambahkan, pemerintah seharusnya bersikap terbuka dengan dan berdialog dengan masyarakat Papua. Sebab, sampai saat ini masyarakat Papua sudah bersikap terbuka dan menginginkan dialog.

“Saya sebenarnya melihat bahwa negara sendiri masih mencurigai niat baik orang Papua untuk bicara soal dialog. Sementara orang Papua menawarkan dialog sebagai salah satu cara, cara terbaik untuk menyelesaikan masalah,” paparnya.

Aktivis hak asasi manusia (HAM) Papua, Yonew Douw juga mengatakan hal serupa. Ia mendesak pemerintah untuk segera menggelar dialog terbuka dengan masyarakat Papua. Dengan begitu, maka seluruh elemen masyarakat Papua merasa aman.

“Saya mengajak akademisi, aktivis, mendesak kepada Jokowi segera mengadakan satu perundingan. Supaya kami masyarakat Papua dan masyarakat sipil juga aman, gereja juga aman, sekolah juga aman,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here