Tuduh Din Syamsuddin, GAR Alumni ITB: Kenapa Ramai Baru Sekarang?

0
2

RubrikIndonesia – Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin kembali mencuat dalam beberapa hari terakhir ini. Pemicunya karena Din dilaporkan Gerakan Anti Radikal (GAR) alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ke Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN.

Juru Bicara GAR alumni ITB, Shinta Madesari, heran laporan pihaknya baru ramai dipersoalkan sekarang. Sebab, ia mengatakan pelaporan terhadap Din ke KASN dilakukan pada 28 Oktober 2020.

Dia menjelaskan dalam laporan itu mempersoalkan Din yang statusnya masih ASN namun diduga melakukan pelanggaran etika.

“Laporan kami ke KASN, itu sudah bulan Oktober. Dan, yang kami laporkan adalah dugaan pelanggaran ASN, karena Pak Din itu masih ASN. Saya jadi bingung, kenapa ramai baru sekarang? Dan, yang diramaikan itu masalah radikalisme. Karena kami tidak pernah menggolongkan laporan tersebut sebagai radikalisme,” ujar Shinta dalam Kabar Petang tvOne yang dikutip RubrikIndonesia pada Senin, 15 Februari 2021.

Shinta menyampaikan dalam laporan ke KASN itu, setidaknya ada enam poin yang dipersoalkan terkait dugaan pelanggaran disiplin. Ia mengatakan beberapa di antaranya karena Din yang pernah jadi pembicara webinar pada 1 Juni 2020. Menurutnya, saat webinar itu, ada beberapa kalimat pernyataan Din yang dipersoalkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here