Jakarta, Rubrik Indonesia —

Ekonomi Uni Eropa minus 11,9 persen pada kuartal kedua, realisasi terparah usai minus 3,2 persen pada kuartal pertama. Perolehan Produk Domestik Bruto (PDB) di tengah pandemi virus corona itu sekaligus menandakan benua biru masuk jurang resesi.

Mengutip CNN.com, Minggu (2/8), survei aktivitas bisnis terbaru menunjukkan bahwa ekonomi negara-negara Eropa dalam mode pemulihan. Namun, momok peningkatan kasus virus corona semakin terlihat.

Robert Koch Institute, pusat kendali penyakit Jerman, mengungkap lonjakan kasus positif virus corona baru-baru ini sangat mengkhawatirkan.

Di Prancis, misalnya, kasus harian baru virus corona mendaki ke tingkat serupa saat penutupan wilayah pertama kali dilonggarkan pada awal Mei lalu. Prancis mencatat kenaikan kasus bersama Spanyol dan Italia.

Melihat kenyataan itu, Inggris pun kembali menerapkan langkah karantina bagi para pelancong yang datang ke negaranya. Langkah ini dianggap akan memperlambat upaya pemulihan di tengah resesi negara-negara Eropa.

Jerman, negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, melaporkan PDB-nya minus 10,1 persen pada kuartal kedua. Jerman masuk ke jurang resesi setelah PDB negaranya tercatat minus 2,2 persen pada kuartal sebelumnya.

Ekonomi Prancis, Italia, dan Spanyol lebih terpukul lagi dengan perolehan PDB masing-masing minus 13,8 persen, 12,4 persen, dan 18,5 persen.

Bahkan, Ekonom Senior ING Bert Coliin menuturkan kesenjangan ekonomi antara Spanyol dan negara-negara Eropa cukup meresahkan. “Spanyol tampaknya akan mengalami penurunan yang berkepanjangan,” ujarnya.

Proyeksi terbaru menyebut ekonomi Uni Eropa akan menyusut 8,3 persen pada tahun ini.

[Gambas:Video CNN]

(bir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here