Wakaf Uang Diluncurkan, Gde Siariana Anggap Pemerintah Ambigu Sebab Pernah Curigai Kotak Amal Danai Teroris

0
51
Wakaf Uang Diluncurkan, Pemerintah Ambigu Kotak Amal Dianggap Teroris

Jakarta, RubrikIndonesia – Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus), Gde Siriana Yusuf menjadi salah satu yang mengkritisi Gerakan Nasional Wakaf Uang yang diluncurkan Presiden Jokowi. Dia menilai pemerintah sudah bersikap ambigu, pasalnya merencanakan menggunakan dana wakaf untuk pembangunan infrastruktur, sedangkan kotak amal masjid dicurigai danai teroris.

Ia pun kembali mengingat kasus penggunaan kotak amal yang diduga digunakan untuk mendanai terorisme. Kasus tersebut sebelumnya diungkap Polri di mana ada lebih dari 20 ribu kotak amal yang disebar jaringan terorisme Jamaah Islamiah (JI) ke beberapa wilayah di Indonesia.

“Kotak amal masjid dicurigai membiayai terorisme, di sisi lain negara menyasar dana wakaf untuk biayai infrastruktur. Sikap yang ambigu,” tegas Gde Siriana di akun Twitternya, Rabu (27/1).

Dalam tulisannya, Gde juga turut menautkan pemberitaan salah satu media daring terkait target Kementerian Keuangan RI membangun sejumlah sarana infrastuktur senilai Rp 597 miliar dari dana wakaf.

Dikatakan Sri Mulyani, total uang wakaf yang telah terkumpul hingga Desember 2020 berjumlah Rp 328 miliar dan merupakan akumulasi dana umat yang dititipkan pada sejumlah bank penerima dana wakaf.

Gerakan Nasional Wakaf Uang yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dinilai bakal memunculkan resistensi di tengah masyarakat. Hal ini disebabkan rendahnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan ini dalam mengelola keuangan negara.

“Tidak adanya kepercayaan kepada pemerintah,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus) Gde Siriana Yusuf, dalam diskusi virtual dengan tema ‘Polemik Wakaf Uang’ yang digelar oleh Kantor Berita Politik RMOL, Kamis, 28 Januari 2021.

Siriana mengatakan pemerintah saat ini sangat fokus terhadap pembangunan infrastruktur. Di saat yang sama, terjadi pelambatan pertumbuhan ekonomi dampak dari kebijakan yang salah.

Resistensi terhadap rencana pemerintah menggarap dana wakaf uang ini juga bakal diperburuk dengan sikap pemerintah yang terkesan takut terhadap umat Islam. Namun di saat yang sama, pemerintah berharap umat Islam mau membantu dari sisi keuangan.

Kesan ini juga semakin terlihat saat Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pernyataan pers terkait rencana wakaf tunai ini dengan mengenakan jilbab. Padahal dalam pergaulan sehari-hari, Sri Mulyani tidak mengenakan jilbab.

Hal ini, kata Siriana, memperburuk citra pemerintah. Sri Mulyani, kata Siriana, mirip artis yang mengubah penampilan menjelang Ramadan atau lebaran.

“Saya kira ini juga pola komunikasi yang salah,” tutup  Siriana.(JN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here