YLBHI Ungkap Sisi Gelap Keberadaan Virtual Police

0
3

RubrikIndonesia – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati menilai adanya virtual police (VP) bikinan Polri, bisa menyulitkan masyarakat untuk melakukan upaya banding ketika dikriminalisasi di media sosial.

Ketua YLBHI Asfinawati menjelaskan, VP ini akan semakin memburamkan kejelasan penegakkan hukum yang berkeadilan, terutama terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Poin utama, kalau kita tidak terima dengan pendapat VP kita banding ke mana,” kata dia kepada RubrikIndonesia, Minggu, 2 Februari 2021.

Dia mencontohkan salah satu bentuk pergerakan VP di media sosial mengenai komentar warganet di akun instagram milik Nissa Sabyan. Warganet bersangkutan disangkakan melakukan ujaran kebencian.

Dalam contoh kasus yang diinformasikan Asfinawati, VP menggunakan pendapat ahli dari sisi bahasa, di mana disebutkan penghinaan terhadap Nissa dilakukan oleh warganet di kolom komentar karena terkandung kata ‘anjing’ dan ‘jahanam’.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here